Catatan Kenduri Kebangsaan di Bireuen

Sambutan Nova Iriansyah Dinilai “Lebay”,  Jokowi Tunjukkan Sikap Sebagai Bapak Bangsa

Sambutan Nova Iriansyah Dinilai “Lebay”,  Jokowi Tunjukkan Sikap Sebagai Bapak Bangsa
Presiden Jokowi didampinggi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat meninjau pembangunan ruas tol Banda Aceh-Sigli di seksi empat Blang Bintang-Indrapuri, Aceh Besar, Jumat (21/2/2020). (Foto: antara))
Rubrik
Sumber
Kontributor Bireuen

Bireuen I Entah sudah direncanakan sejak awal atau ada maksud lain, yang pasti sambutan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada acara Kenduri Kebangsaan, Sabtu pagi hingga siang, mengundang perhatian tamu yang hadir.

"Mohon maaf atas kekhikafan di masa lalu Bapak Presiden," kata Nova. Mendengar pernyataan itu, tamu yang hadir spontan tersenyum. Bahkan ada yang saling berbisik antara satu dengan lainnya.

Memang, tak sulit bagi hadirin yang hadir untuk menterjemahkan maksud dari permohonan maaf Nova Iriansyah. Maklum, pada Pilpres 2019 lalu, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin kalah telak dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Aceh.

Tapi, mengungkit dan mengucapkan kembali lika liku Pilres 2019 lalu tersebut, dinilai terlalu berlebihan dan "lebay". "Ah, bilang apa dia, ndak perlu itu, Pak Jokowi tidak seperti itu," bisik seorang tamu dari Jakarta.

Itu sebabnya, banyak tamu yang berbisik, sikap Nova Iriansyah dinilai terlalu “lebay”. “Ah, kalau mau cari perhatian Pak Jokowi bukan begitu caranya. Terlihat sekali Nova tidak percaya diri,” bisik seorang tamu kepada media ini.

Kontributor MODUSACEH.CO di Bireuen melaporkan. Mendapat pernyataan tersebut, Pembina Yayasan Sukma Surya Paloh ikut menanggapi permohonan maaf Plt Gubernur Aceh ini.

"Tadi dikatakan mohon maaf atas kesalahpahaman. Tapi, hati Pak Jokowi untuk Aceh," kata Surya saat memberi sambutan.

Yang lebih fatal dan konyol, cara dan sikap”mencuri” perhatian dan simpati Nova Iriansyah justeru menjadi tawar, saat  Presiden RI Joko Widodo memberi arahan dan sambutan.

"Tapi tadi ada permintaan maaf dari Pak Gubernur. Jangan salah pengertian. Pilpres sukses dan aman. Saya menghargai hak-hak politik yang telah dikerjakan seluruh masyarakat Aceh," ujar Presiden, disambut tepuk tangan para undangan yang hadir.

Masih kata Presiden Joko Widodo.”Waduh, jangan-jangan Presiden tidak akan ke Aceh lagi. Itu sebuah kekeliruan besar, karena saya sangat menghargai hak-hak politik dari provinsi mana pun dan dari masyarakat mana pun di seluruh tanah air,” ujar Presden.

Selain itu. “Pemilu dan Pilres sudah usai, marilah kita konsentrasi ke arah pembangunan. Dan Aceh memiliki kekuatan dan potensi. Karena daerah ini merupakan daerah modal sumber daya alam, sumber daya manusia. Saya tahu, karena 1986, 1987 dan 1988, saya di Lhokseumawe dan Bener Meriah,” kata Presiden.

Selanjutnya, Jokowi menjelaskan beberapa program yang dilakukan pemerintah pusat untuk Aceh, seperti infrastruktur jalan tol, investasi, pemenuhan perjanjian Helsinski, serta dana otonomi khusus.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung soal pengunaan anggaran Aceh yang begitu besar, namun dirasakan masih terdapat banyak persoalan.

Mengenai kondisi Aceh hari ini, Jokowi juga menyebut sudah bertemu dengan Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haytar serta Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan DPA Partai Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem).

“Saya sudah bertemu dengan yang mulia Wali Nanggroe, saya juga bertemu dengan Pak Mualem dan tokoh-tokoh Aceh, yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Ada masalah ini Pak. Ya, beri waktu saya untuk menjawab dan akan didiskusikan dalam rapat kabinet terbatas dan nanti akan saya sampaikan. Saya tahu,” kata Presiden Joko Widodo.

Lantas, apa kira-kira maksud Nova Iriansyah dibalik ucapan permohonan maafnya itu? (selengkapnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...