Breaking News

Sidang Lanjutan Dugaan Penipuan Kadar Emas Terdakwa Husen

Saksi Tidak Keberatan dan Merasa Tidak Dirugikan

Saksi Tidak Keberatan dan Merasa Tidak Dirugikan
Sidang lanjutan dugaan penipuan kadar emas Terdakwa Husen. (Foto: Firdaus Hasan)

Banda Aceh | Sidang dugaan penipuan pengurangan kadar emas terhadap Terdakwa Husen kembali digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (17/11/2021).

Sidang lanjutan ini mengagendakan pemeriksaan saksi yang dihadirkan Penasihat Hukum Terdakwa Husen.

Tiga saksi yang dihadirkan diantaranya seorang pelanggan tetap toko Terdakwa Husen, masyarakat pembeli dan ahli tukang emas yang kemudian dijadikan Saksi Fakta dalam persidangan.

Saksi Ema dalam kesaksiannya mengatakan bahwa dirinya sejak tahun 2013 sudah menjadi pelanggan (pembeli) di toko emas Terdakwa Husen. "Saya menabung dalam bentuk emas, jadi ketika saya ada uang saya beli satu atau mayam emas dan ketika sudah banyak ambil," kata dia.

Karena itu Terdakwa Husen menyarankan kepada Ema jika menabung emas agar beli saja emas padat atau batangan, karena membeli rantai tangan, kalung, anting dan lainnya itu sudah bercampur dengan patri dalam proses pembuatan.

Menurut Ema ketika dibeli dalam bentuk rantai, kalau secara lisan terdakwa Husen menjelaskan bahwa emas tersebut sudah terpatri, atau kurang dari 99 persen, meskipun ditulis pada faktur 99 persen tetapi saksi merasa tidak keberatan karena pada saat dijual kembali juga diterima dengan kadar yang sama.

"Jadi saya memaklumi, merasa tidak dirugikan sama sekali," ujar Ema.

Lebih lanjut kata Ema, dari kerabat maupun familinya yang sudah beli di toko Terdakwa tidak pernah mendengar ada keluhan atau keberatan, apalagi tindakan terdakwa yang melanggar peraturan. Bahkan Ia memilih berlangganan di toko Husen kerana pelayanan baik. "Orangnya ramah dan baik," kata Ema dalam kesaksiannya.

Kuasa Hukum Terdakwa Husen. (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Hal yang sama juga disampaikan oleh saksi Irfan, dia merasa tidak dirugikan oleh Terdakwa.

"Saya percaya sama Terdakwa karena sudah berpengalaman meski pun ditulis 99 persen, karena sudah dijelaskan dikonsonan faktur pun ada disebutkan dan saya memaklumi dan sepakat," sebut Irfan.

Sementara itu, Ahli Tukang Emas, Darwis dalam kesaksiannya mengatakan proses pembuatan perhiasan emas tidak dapat dikerjakan kalau tidak dicampur dengan patri.

Menurutnya patri adalah emas muda untuk menyambung perhiasan. "Biasanya dalam dua mayam emas dicampur patri sebanyak 3 miligram," ungkap Darwis.

Untuk itu kata Darwis, jika ingin mengetahui jumlah kadar patri tersebut, emas harus dileburkan terlebih dahulu untuk melihat warnanya. "Jika warna kuning kemerah-merahan itu emas murni kadar 99 persen, kalau kuning kehijauan itu kadar 95 persen," sebutnya.

Selama Ia menekuni pekerjaan ini, Darwis mengaku tidak pernah ada konsumen maupun penjual yang komplain terhadap tulisan di faktur dengan kadar sebenarnya. "Ketika dijual ditulis 99 persen karena yang dianggap batang atau bahan baku pembuatan," sebutnya.

Usai persidangan, Kuasa Hukum Terdakwa Husen, Armia, SH, MH yang didampingi Zulfahmi, SH dan Udin Candra Putra, SH, mengatakan, kami melihat ada beberapa fakta di persidangan, dari semua saksi yang kita hadirkan tadi mengatakan bahwa, sejauh itu selama puluhan tahun tidak ada kasus atau keberatan konsumen yang merasa dirugikan kemudian melappor, itu tidak ada.

Kenapa lanjut Armia, karena ketika dijual kembali walaupun ditulis 99 persen ternyata hasil laboratorium ada patri di dalam, tapi ketika dijual kembali kepada toko yang sama ataupun untuk toko yang lain, itu diterima sebagai kadar emasnya yang 99 persen juga. "Jadi tidak ada kerugian konsumen di sini," kata Armia.

Menyangkut dengan patri dari keterangan seorang tukang tadi yang 20 tahun membuat emas dikatakan bahwa, penggunaan patri dalam pembuatan adalah hal yang lumrah. "Karena jika tidak menggunakan patri tidak dapat dibuat perhiasan," jelasnya.

Armia juga mengatakan selama ini memang belum pernah ada sosialisasi dari pemerintah terkait penggunaan patri maupun penulisan di faktur penjualan emas, itu tidak ada.***

Komentar

Loading...