Sidang Kasus Dugaan Penipuan Kadar Emas

Saksi: Saya Pernah Jual Keluar Negeri Katanya Emas Ini Bagus

Saksi: Saya Pernah Jual Keluar Negeri Katanya Emas Ini Bagus
Pengadilan Negeri Banda Aceh (Foto: Firdaus Hasan)

Banda Aceh | Yulif, seorang pelanggaan toko emas terdakwa Husen kembali memberikan kesaksiaan pada sidang lanjutan perkara dugaan penipuan pengurangan kadar emas yang meringankan terdakwa Husen, Rabu (24/11/2021) di Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Dalam kesaksian di depan majelis hakim, Yulif mengatakan bahwa Ia sudah lima tahun berlangganan di toko terdakwa Husen.

"Saya sering membeli, menjual kembali dan baru-baru ini pernah dua kali membeli di Toko Husen," kata Yulif.
 
Selain itu katanya, saat ini dia menyimpan 29 mayam emas yang dibeli ditoko tersebut.

Saat ditanya kuasa hukum terdakwa Armia SH MH, apakah pernah atau tidak emas tersebut dijual ke toko lain? Lalu, Yulif menjawab "pernah". Ketika itu toko terdakwa Husen sedang tutup.

Mereka juga membeli tanpa pengurangan sedikit pun atau kadar emas 99 persen," ucapnya.

Tak hanya itu, saksi juga mengungkap, pernah menjual emas yang dibeli di Toko Husen keluar negeri yaitu, Malaysia.

Saat itu orang toko emas di sana mengaku, emas tersebut kualitasnya bagus dan diuji pada toko emas tersebut. Hasilnya, mereka bilang ini emas murni, tetapi mereka tidak menyebut kadarnya, kata Yulif.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa juga bertanya kepada saksi. Seandainya saksi sudah tahu kadar ems ini 99 dan ternyata setelah diuji menjadi 97,78 persen, apakah saksi Keberatan?

Saksi menjawab; tidak! Alasannya karena ketika dijual lagi ke Toko Husen maupun toko lain tetap di terima sebagai emas 99 persen, sebutnya.

Sebelumnya sidang lanjutan perkara mengagendakan mendengar keterangan saksi yang meringankan terdakwa dan saksi ahli.

Akibatnya jadwal sidang molor sehingga kuasa hukum terdakwa tidak dapat menghadirkan saksi ahli dalam sidang sacara virtual itu. Alasannya, karena saksi ahli kebetulan sedang padat jadwal, kata kuasa hukum terdakwa. Sidang selanjutnya dijadwalkan Rabu depan.

"Untuk itu kami memohon kepada majelis hakim supaya di pastikan tepat waktu. Karena kami tadi sempat kecewa juga karena sidangnya baru dimulai puiul 12.00 WIB. Padahal jadwalnya jam 10 WIB, karena ahli kami juga orang sibuk," tegas Armia.***

Komentar

Loading...