Virus Covid-19 Belum Ada Tanda berakhir

Sah! PON XX Papua Ditunda

Sah! PON XX Papua Ditunda
Menpora Zainudin Amali (Foto: cnnindonesia)
Sumber
dari berbagai sumber

Jakarta | "Kami menyepakati PON ditunda karena pandemi covid-19. Terkait hingga kapan penundaannya, tangga, bulan dan tahunnya, kita serahkan Menpora berkonsultasi dengan Presiden," begitu kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda kepada wartawan di Jakarta, Selasa kemarin.

Kesepakatan ini diputuskan, setelah Komisi X DPR RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), melakukan rapat kerja antara Kemenpora dan Komisi X DPR yang digelar secara virtual, Jakarta, Selasa kemarin.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Menpora Zainudin Amali dalam rapat tersebut, kata Huda, ada sejumlah alasan mengapa pelaksanaan PON XX yang seharusnya digelar pada 20 Oktober-2 November 2020 harus ditunda.

Pertama, hingga saat ini belum ada tanda-tanda virus covid-19 akan berakhir dan akhirnya mengganggu seluruh tahapan persiapan. Begitu pun sebut Huda, hasil rapat juga menyepakati bahwa pembangunan venue tetap harus jalan.

Huda mencontohkan, pengadaan alat olahraga yang seharusnya tahapan pelaksanaan lelang dilakukan pada bulan ini dan tuntas pada Juni-Juli 2020, tidak bisa dilaksanakan.

"Sebab, ada negara-negara pembuat peralatan olahraga sekarang tidak siap karena pandemi covid-19. Mungkin ada yang harus dibeli di Eropa, China atau Jepang, praktis mereka gak bisa padahal PON tinggal lima bulan lagi sebenarnya," tutur Juru Bicara DPP PKB ini.

Selanjutnya, Huda juga melihat kesiapan atlet mengalami gangguan, termasuk kesiapan venue cukup berat karena di Papua sudah dilakukan pembatasan sejak sebulan lalu. "Pengiriman barang dan lain-lain juga mengalami delay semua," papar Huda.

Dengan kondisi saat ini, bukan hanya PON XX, tetapi Kemenpora memperkirakan hingga Juli 2020 tidak ada event olagraga nasional maupun internasional apapun. Jika kondisi segera membaik, Huda menyebut, event olahraga nasional dan internasional diharapkan bisa mulai digelar secara bertahap pada Agustus-Desember 2020.

Seluruh kegiatan diharapkan kembali normal pada 2021 dengan konsekuensi waktunya saling berdekatan, mulai dari ASEAN Para Games di Filipina, PON dan Peparnas 2021 di Papua, Piala Dunia FIFA U-20, ASEAN School Games 2021 di Filipina, Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020, SEA Games di Hanoi, POPNAS dan PAPERPENAS 2021, serta MotoGP 2021 di Mandalika.

Selain kaitannya dengan PON, hal lain yang juga dibahas dan disepakasi dalam rapat tersebut yakni Komisi X meminta Kemenpora untuk mengkampanyekan pola hidup sehat.

Salah satunya dengan menyosialisasikan dan menggiatkan kegiatan senam untuk masyarakat. "Jadi seperti zaman dulu ada senam kesegaran jasmani di sekolah-sekolah. Ini contohnya sudah ada sebentar lagi akan di-launching. Nanti bahkan minta dibikin lomba senam secara online," tuturnya.

Huda menilai, hal ini penting dilakukan karena salah satu langkah untuk menangkal pandemi covid-19, yakni bagaimana masyarakat memiliki pola hidup sehat dan daya tahan tubuh yang bagus.

Selain itu, poin penting lainnya yang dibahas adalah mengenai refocusing anggaran di Kemenpora. Komisi X meminta agar penggunaan hasil refocusing anggaran Kemenpora sebesar Rp270 miliar, tetap dialokasikan untuk bidang kepemudaan dan olahraga.

"Kita minta dilakukan komunikasi yang intensif antara Kemenpora dan Kemenkeu supaya dana yang dipotong itu diperuntukkan kembali untuk kepentingan atlet, offisial dan lain-lain yang terdampak Corona ini. Kan banyak pensiunan atlet atau atlet yang tidak mendapatkan pemasukan karena tidak ada kejuaraan," tutur Huda.***

Komentar

Loading...