Saat Pandemi Covid-19, Pemda Simeulue Buka Pasar Pekan

Saat Pandemi Covid-19, Pemda Simeulue Buka Pasar Pekan
Hari pekan yang diadakan setiap hari Jumat (Foto: Ade Irwansyah)

Simeulue | Guna meningkatkan prekonomian warga transmigrasi Simeulue yang saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue justeru membuka pasar pekan khusus bagi warga transmigrasi yang ada di kabupaten itu.

Pasar pekan tadi dipusatkan di Terminal Kota Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue dan dibuka setiap Jumat pagi hingga siang hari.

"Semoga pasar pekan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan prekonomian masyarakat trans dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini," kata Ahmadlyah, SH, Sekretaris Daerah Simeulue, pada kegiatan pembukaan hari pekan warga Transmigrasi Simeulue, Jumat, 25 September 2020.

Diharapkan Ahmadlyah, hari pekan ini dapat digunakan untuk melakukan transaksi jual beli barang berupa sayuran, buah-buahan, maupun barang lain yang dihasilkan warga transmigrasi dari tiga lokasi di Simeulue.

Kabid Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Simeulue, Rudi Arfriansyah, mengatakan. Pasar pekan tersebut diikuti masyarakat trans tiga lokasi yang ada di Simeulu yaitu, trans Latiung dan Lataling, Kecamatan Teupah Selatan.

Selain itu dari Trans Sigulai, Kecamatan Simeulue Barat, Simeulue. "Kegiatan ini kita lakukan untuk memasarkan segala hasil kebun warga trans, yang selama pandemi ini terjadi kendala pemasaran," jelas Rudi Arfriansyah.

Foto: Ade Irwansyah I MODUSACEH.CO

Dijelaskan Rudi, dari dinas Transmigrasi telah menyediakan tempat berupa ruko di Terminal Kota Sinabang untuk warga trans. Ruko itu dapat digunakan dalam hal memasarkan hasil kebun warga transmigrasi di Simeulue.

Kodirin (42), salah seorang warga Trans Latiung yang hadir pada kegiatan itu menyampaikan. Ia sangat berterimakasih pada Pemerintah Simeulue, karena telah membuat satu terobosan yang sangat membantu masyarakat transmigrasi dalam hal pemasaran hasil kebun.

Menurutnya, selama ini warga trans sangat kesulitan dalam hal pemasaran. Sehingga menyebabkan banyak kerugian yang dialami masyarakat yang umumnya sebagai petani pekebun itu.

"Selama ini hasil kebun kami banyak yang busuk, sebab terkendala pemasaran. Dengan adanya pasar ini akan lebih mudah dalam memasarkan hasil kebun kami nantinya," jelas Kodirin.***

Komentar

Loading...