Laju Angka Kemiskinan Aceh Sejak Terima Dana Otsus

Rustam Effendi: Kemiskinan Aceh Hanya Turun 0,6 persen

Rustam Effendi: Kemiskinan Aceh Hanya Turun 0,6 persen
Rustam Effendi/MODUSACEH.Dok
Penulis
Rubrik

Banda Aceh |  Jumlah kucuran Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh memang tidak sedikit.

Totalnya Rp 64,9 triliun lebih terhitung sejak 2008-2018. Jumlah tersebut, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh atas audit anggaran Pemerintah Aceh 2018 lalu. 

Yang jadi soal adalah kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan Aceh.

Akademisi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Rustam Effendi, Minggu (3/11/2019) mengatakan. Mengalirnya dana Otsus ke Aceh ada kaitannya dengan kondisi kemajuan Aceh, terutama urusan ekonomi. 

Rustam Effendi menjelaskan, bila ekonomi Aceh bisa diperbaiki satu persen, maka bisa menampung tenaga kerja secara hitungan biasa, itu  150 ribu jiwa. 

“Sepertinya ada kaitan, idealnya kalau uang sebanyak itu, kenaikan pertumbuhan ekonomi itu lebih kuat. tidak dibawah 5 persen,” kata Rustam Effendi, melalui sambungan telpon, Minggu (3/11). 

Namun pengamat ekonomi Aceh ini melihat, sebaliknya laju pertumbuhan ekonomi Aceh dinilai lamban.

Penyebabnya bisa jadi karena alokasi belanja untuk sektor peningkatan ekonomi itu sendiri tak berkualitas.

“Maka dampaknya, uang sebanyak itu belum bisa memacu pertumbuhan ekonomi,” sebut Rustam Effendi. 

Ia membantah, ada penurunan angka kemiskinan di Aceh, sekitar 23 persen kondisi 2008 menjadi 15 persen angka kemiskinan 2019. Bila benar besaran itu penurunan angka kemiskinan Aceh, maka turun 8 persen. 

Penerimaan Dana Otsus Aceh 2008-2018.

Tetapi sebut Rustam Effendi, persentase penurunan angka kemiskinan Aceh jangan dihitung secara komulatif. Namun Rustam Effendi mengaku, penurunan angka kemiskinan sepanjang 2008-2019, itu hanya sebesar 0,6 persen.

Angka 0,6 persen tersebut, dihitung dari penurunan 8 persen tadi dibagi 12 tahun, maka hasil penurunan angka kemiskinan, itu berkisar 0,6 persen. 

“Rata-rata kita hanya mampu menurunkan angka kemiskinan 0,6 persen. Sementara target Pemerintah Nova satu persen setiap tahun. Pemerintah Aceh hanya mampu menurunkan angka kemiskinan 0,6 persen,” tegas Rustam Effendi. 

Besaran 0,6 persen penurunan angka kemiskinan Aceh, bila dikali dengan jumlah penduduk Aceh, jelas kecil sekali dampak positif terhadap ekonomi Aceh dari dana Otsus tersebut. 

“Kalau kita hitung jumlah penduduk miskin 800 ribu jiwa, bagi dengan jumlah desa di Aceh 6,4 ribu sekian, berarti setiap desa hanya mampu meretas angka kemiskinan satu dua jiwa atau satu-dua KK saja,” ujarnya. 

Lalu data Bank Indonesia menyebutkan, kinerja ekonomi Aceh pada triwulan II-2019 tercatat hanya tumbuh 3,71 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya, tumbuh 3,88 persen (yoy). 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penduduk miskin di Aceh pada Maret 2019, mencapai 819 ribu orang (15,32 persen).***

Komentar

Loading...