Breaking News

Respons Dokter Soal Ukur Suhu Tubuh di Tangan dan Dahi

Respons Dokter Soal Ukur Suhu Tubuh di Tangan dan Dahi
Bahasan terkait mengukur suhu tubuh di tangan dan di dahi ramai menjadi perbincangan di media sosial.(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Penulis
Rubrik
Sumber
CNN Indonesia.com

Jakarta | Baru-baru ini, seorang pengguna Twitter melakukan eksperimen terkait pengukuran suhu tubuh menggunakan thermo gun. Dalam eksperimennya terdapat perbedaan hasil suhu tubuh saat diukur di dahi dan di tangan.

Suhu di tangan menunjukkan hasil yang lebih rendah daripada di dahi. Hasil pengukuran suhu pun berbeda lagi ketika tangan sudah diberikan hand sanitizer.  Ia kemudian menyimpulkan bahwa penggunaan thermo gun di tangan tidak efektif.

Bahasan itu kemudian ramai menjadi perbincangan di media sosial. Benarkah mengukur suhu tubuh di tangan tidak tepat?

Dokter spesialis paru Erlang Samoedro menyatakan bahwa mengukur suhu tubuh dapat dilakukan di punggung tangan maupun di dahi. Menurutnya, mengukur suhu di tangan bahkan disebut lebih stabil ketimbang di dahi. Hasil ini didapat dari sejumlah kajian literatur.

"Pengukuran pergelangan tangan lebih stabil daripada pengukuran dahi dalam keadaan yang berbeda. Kedua pengukuran memiliki kemampuan skrining demam yang baik untuk pasien dalam ruangan. Jadi sama saja bisa dipakai semua," kata Erlang kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/12).

Sejumlah studi juga menyebut bahwa mengukur suhu udara di dahi dapat memberikan hasil yang salah. Pasalnya, area dahi dapat dipengaruhi oleh stres, aktivitas fisik, dan merokok.

Sedangkan, risiko kesalahan akan lebih rendah jika mengukur di area punggung tangan atau pergelangan tangan yang cenderung lebih rileks atau tidak mengalami ketegangan.

Sejumlah ahli juga mengkhawatirkan risiko termometer infra merah jika dilakukan di kepala. Infra merah lebih berisiko di kepala dibandingkan pada tangan.***

Komentar

Loading...