Breaking News

Rencana Utang Luar Negeri, Bukti Pemerintah Aceh Tak Konsisten Menegakkan Syariat

Rencana Utang Luar Negeri, Bukti Pemerintah Aceh Tak Konsisten Menegakkan Syariat
IST.
Banda Aceh | Sekretaris Jendral Institute Ekonomi Syariah (IEI), Murtada Ferdy menilai, keinginan Pemerintah Aceh untuk berhutang pada salah satu Bank Konvensional Jerman (KFW) menandakan bahwa pemerintah Aceh tidak konsisten menerapkan Syariat Islam di Aceh secara kaffah.
 
“Sistem ekonomi syariah yang tengah digalakkan oleh pemerintah hanyalah cover pencitraan dan dengan maksud berhutang ke luar negeri telah terbukti pemerintah tidak serius pada syariat,” ujarnya, Sabtu (18/9/2016).
 
Karena menurut Murtada, keberhasilan pemerintah Aceh dalam mensyariatkan Bank Aceh ke Bank Aceh Syariah merupakan awal dari kebangkitan sistem pengelolaan keuangan syariah di Aceh. Namun, yang terjadi saat ini di tengah kegembiraan itu pemerintah malah bekerjasama dengan pihak Bank Konvensional Jerman dengan dalih untuk pembangunan rumah sakit regional Aceh.

Mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ekonomi Unsyiah itu menilai, persoalan pembangunan rumah sakit regional tersebut bukan terdapat pembangunan gedung rumah sakit dan hutang keluar negeri saja. Tapi, juga prosesi peminjaman.
 
“Pemerintah Aceh harus mengkaji ulang, rencana peminjaman tersebut,” tegas Mutada.
 
Seharusnya pemerintah Aceh melibatkan pihak ulama, akademisi konomi Syariah dalam kebijakan tersebut, supaya Pemerintah Aceh tidak dibohongi oleh sistem konvensional. Karena sudah banyak negara yang bangkrut karna kerjasama dengan sistem konvensional
 
“Sistem keuangan syariah itu harga mati untuk rakyat Aceh, kami menolak riba dalam bentuk apapun. Namun, jika pemerintah masih ngotot melakukan transaksi secara riba maka secara nyata bahwa pemerintah Aceh melanggar Syariat Islam dan kembalikan saja Bank Aceh ke Sistem Konvensional,” ancam putra Pidie Jaya itu.*

Komentar

Loading...