Kembali dari Inggris

Rektor Unsyiah Lakukan Karantina di Rumah, Salut!  

Rektor Unsyiah Lakukan Karantina di Rumah, Salut!  
Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Saiful Haris Arahas/Reporter Aceh Besar

Banda Aceh | Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, mengakui bahwa dirinya sedang menjalani masa karantina (isolasi) diri di rumah.

Pengakuan itu disampaikan saat dikonfirmasi media ini, Rabu di Banda Aceh. Samsul menyebut, dirinya telah mengisolasikan diri di rumah selama 10 hari. Dan, akan terus berada dalam rumah sampai 4 hari ke depan.

Diketahui, Samsul Rizal baru saja kembali dari perjalanan dinasnya ke Inggris.

"Iya, saya baru pulang dari luar negeri beberapa waktu lalu, ada agenda kerjasama. Sekarang sedang istirahat dulu di rumah sampai 14 hari kedepan. Ini memang kebijakan yang kita (petinggi Unsyiah) buat.  Jadi, karena kita yang buat, maka termasuk saya (Rektor Unsyiah) juga harus istirahat dulu di rumah," kata Samsul.

Samsul mengatakan, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Salah satu diantaranya, melakukan isolasi diri setelah melakukan perjalanan, baik dari luar negeri, dan luar kota.

"Unsyiah itu ada aturan, kita ada SOP (Standar Operasional Prosedur) yang kita buat. Siapa pun yang pergi baik ke Jakarta dan keluar negeri atau baru pulang umrah dan sebagainya, kita minta untuk tidak masuk kantor. Peraturan itu sudah kita terapkan sekitar satu bulan lalu," katanya.

Ditanyai tentang kondisinya setelah kembali dari luar negeri hingga saat ini, Samsul mengatakan bahwa ia dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. "Alhamdulillah, saya sehat wal 'afiat dan baik-baik saja. Insya Allah tidak apa-apa," katanya.

Universitas Syiah Kuala melalui Satuan Tugas Covid-19 diketahui telah memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Samsul mengatakan, rekomendasi itu ditujukan kepada berbagai pihak, baik itu pemerintah daerah, para alim ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta masyarakat luas.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini terdapat kekhawatiran dari WHO bahwa virus Corona ini tidak saja menular melalui droplet, namun memiliki kemungkinan penularan melalui udara (airborne).

Kepada Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, dan bupati/walikota se-Aceh, ia mengharapkan dapat melakukan pembatasan dan pengawasan akses tujuan dan dari Provinsi Aceh, melalui jalur darat, laut, dan udara, baik akses domestik maupun internasional (pesawat, kapal kargo, kapal pesiar, dan lainnya). Termasuk jalur penerbangan tujuan dari Simeulue, Rembele, dan Lhokseumawe.

Selain itu, memberlakukan jam malam sementara di seluruh wilayah Aceh untuk mencegah keramaian hingga krisis COVID-19 berakhir. Termasuk, memperpanjang masa belajar dari rumah bagi anak-anak sekolah serta perluasan masa bekerja dari rumah bagi pegawai pemerintah.

Dan yang paling utama sekali menurutnya, memastikan para tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan Covid-19 mendapatkan asupan gizi dan suplemen untuk imunitas tubuh yang cukup.

Tak hanya itu, memastikan ketersediaan dan kecukupan ruang perawatan darurat di Respiratory Intensive Care Unit (RICU), beserta tenaga kesehatan terkait, dan ambulans standar Covid-19 di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Rektor Unsyiah juga berharap kepada Pemerintah Aceh, agar dapat menambah laboratorium yang dapat melakukan uji Real Time Polymerase Chain Reaction untuk deteksi Virus Covid-19, selain di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh.

Hal itu dikatakannya, mengingat jumlah sampel yang perlu diuji diperkirakan akan melonjak dalam beberapa waktu ke depan. "Unsyiah memiliki sumberdaya manusia dan peralatan yang cukup, serta siap ditunjuk untuk menjadi laboratorium uji untuk deteksi Virus Covid-19," katanya.

Ia juga mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan materil kepada para tenaga kesehatan, dan pasien beserta keluarganya yang terdampak infeksi virus corona.

Sementara kepada media massa,  ia mengharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan edukasi terkait Covid-19 secara masif kepada masyarakat. Baik melalui iklan layanan masyarakat maupun konten lain, yang mudah dipahami.***

Komentar

Loading...