PERNEFRI Gelar Pertemuan Ilmiah Tahunan di Banda Aceh

Rektor Unsyiah Harap Ada Kerja Sama

Rektor Unsyiah Harap Ada Kerja Sama
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh/NM

Banda Aceh | Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan bertema “Improving The Quality of Hypertension, Kidney Disease and Dialysis Management’’ di Hermes Palace Hotel, Jalan T. Panglima Nyak Makam, Lambhuk, Banda Aceh, Jum’at (19/10/2018). Acara ini berlangsung tiga hari, mulai 18-20 Oktober 2018.

Dokter Aida Lidya, spesialis penyakit dalam dan konsultan di bidang hipertensi menyebutkan. Improving The Quality of Hypertension, Kidney Disease and Dialysis Management, sebagai contoh bagi kita semua, karena memang hipertensi terjadi pada kehidupan sehari-hari. Ini masuk pada penyakit kronis karena semakin meningkat dari tahun ketahun, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara lain.

Berdasarkan data tahun 2016, jumlah yang mengalami deases (ginjal) di Indonesia sebanyak 52 ribu, sedangkan 2017 menjadi 78 ribu. Angka ini meningkat tajam."Saya berharap ke depan tidak hanya cukup meningkatkan pelayanan untuk promosi dan atlentik. Kami sudah membuat kelompok, mudah-mudahan ke depan dapat diberikan kontribusi yang besar dan berharap dengan adanya kegiatan ini dapat diambil manfaat sebesar-besarnya,"kata dr. Aida.

Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal, saat pembukaan acara  menyampaikan. Rakyat Aceh sekarang di bawah umur lima puluhan tahun, sudah berpenyakit kronis, ini disebabkan karena obat-obatan, minum-minuman dan makanannya.

Masyarakat Aceh pada umumnya suka makan daging kambing, jarang sekali makan sayur, jadi wajar saja kalau penyakitnya kebanyakan hipertensi dan juga ginjal kronis.

Masalah ini merupakan kondisi kesehatan masyarakat atau kaum muda. Karena itu dia berharap dengan perkembangnya teknologi akan ada jalan keluar, terutama kerjasama para dokter, insinyur dan sebagainya. “Indonesia lebih pinter dari Asia, tetapi masalahnya Indonesia tidak ada kerja sama. Maka saya berharap mudah-mudahan ke depan berubah,” jelas Samsul Rizal.

Selanjutnya dia menjelaskan, kemajuan teknologi merupakan tuntutan seluruh dunia dalam persaingan program. Dolar melonjak karena impor lebih besar dari pada ekspor, semuanya dari luar negeri. Karena itu, kerjasama ke depan dalam memberi pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat, sangat diharapkan semua pihak.

Acara ini dihadiri ribuan peserta Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) 2018. Selain Prof. Samsul Rizal, hadir juga Prof. Dr. Wiguno Prodjosudjadi, Sp.PD-KGH,PhD, Prof. Dr. Amri Amir, SH, Sp.Ak, Prof. Dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH dan lain-lain.***

Komentar

Loading...