Breaking News

Terkait Pemilihan Dekan dan Ketua Prodi

Rektor UIN Bersumpah Tak  Ikut Campur

Rektor UIN Bersumpah Tak  Ikut Campur
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyampaikan bantahannya di depan mahasiswa yang berujuk rasa (Foto : MODUSACEH.CO/Irwan Saputra)
Banda Aceh | Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. H. Farid Wajidi Ibrahim, membantah tudingan tentang keterlibatannya dalam menentukan pemilihan dekan fakultas serta penentuan kepala program studi (prodi). Bantahan tersebut disampaikan Prof. Farid kepada mahasiswa yang menggelar unjuk rasa menunutut Rektor UIN Ar-Raniry menuntaskan berbagai masalah di kampus tersebut. Itu disampaikan Farid di depan Auditorium Ali Hasyimi UIN Ar-Raniry, Selasa (18/10/2016).

“Terkait masalah pemilihan dekan dan pemilihan ketua prodi saya tidak ikut campur. Termasuk di Fakultas Dakwah yang baru terjadi kemarin. Demi Allah saya tidak mencampurinya,” kata Prof. Farid. Prof. Farid menjelaskan, dia sudah menyampaikan jauh-jauh hari bahwa dirinya tidak terlibat dalam menentukan persoalan tersebut, dan semestinya semua ini sudah tuntas sehingga tidak menimbulkan masalah sampai menggelar aksi segala.

Karena, menurutnya penempatan ketua jurusan harus sesuai dengan aturan dan bidang yang sebenarnya. Begitupun mengenai masalah penempatan dekan harus ada standar dan aturan terutama pangkat dan sebagainya, kemudian dalam aturan dibolehkan kepada rektor untuk memilih dekan bersama wakil dekan, namun dia tidak mau memilihnya sendiri melainkan membentuk tim untuk memilih orang-orang yang tepat. “Misalnya di Fakultas Dakwah, ada ancaman tidak boleh ini dan itu lalu saya bentuk tim. Demi Allah sejuta kali ketua timnya adalah Prof. Dr. Rusdi Ali Muhammad, wakilnya Pak  Karim Syech dan kemudian juga ada Pak Fakhrudin Lahmudin,” kata Prof Farid.

Berita terkait : Demo Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tuntut Rektor Mundur Jika Tak Mampu Tuntaskan Permasalahan Kampus

Dia mengaku sangat menghargai mahasiswa, contoh ketika ada masalah terkait Presiden Mahasisawa UIN, dan masalah tentang parkir langsung dia tangani.   “Masalah parkir, belum saya katakan oke. Nanti kita sepakati lagi bersama,” kata Prof, Farid. Begitupun katanya terkait masalah kartu, jika pun ada yang sudah menjual pada mahasiswa, menurutnya hanya dilakukan oleh oknum, namun dirinya selaku pimpinan tidak pernah memberikan perintah. Karena kalau perintah pasti ada surat, yang ada saat ini masih tahap sosialisasi, mau beli silahkan, kalau tidak silahkan. “Namun perlu diketahui semua itu belum dimulai,” ujarnya.***

Komentar

Loading...