Terkait Dugaan Penipuan Penerimaan Tenaga Honorer Dinas Arpus Aceh

Ratna Aulya Akhirnya Laporkan Rahmi Marlina

Ratna Aulya Akhirnya Laporkan Rahmi Marlina
Rahmi Marlina menunjukkan bukti transfer kepada sejumlah korban (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Ratna Aulya (26), salah seorang korban dugaan penipuan penerimaan tenaga honorer pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Aceh, akhirnya secara resmi melaporkan Rahmi Marlina (44 tahun) ke Polresta Banda Aceh, Rabu, 14 Mei 2020.

Menurut Ratna, diduga Rahmi telah melakukan tindak pidana penipuan. Ini berdasarkan Surat  Tanda Bukti Lapor bernomor LPB/222/V/YAN.2.5/2020/SPKT. Disebutkan, perkara penipuan ini terjadi, Rabu, 4 Desember 2019.

Ratna Aulya merupakan satu diantara 73 orang yang tertipu, dan satu diantara 19 orang yang direkrut melalui Rahmi Marlina. Ia menyerahkan uang Rp 10 juta kepada Rahmi. Fulus itu sebagai syarat atau pemulus agar dia bisa bekerja di Dinas Arpus.

Sebelumnya atau Senin malam lalu, MODUSACEH.CO, menemui sejumlah korban penipuan tersebut. Rupanya Ratna tidak sendiri. Ada juga Yurillah Ayusfa yang juga menyerahkan uang Rp15 juta. Intan Wulandari (Rp15 juta), Zulfikar (Rp15 juta), Fatma Novi Syahrina (Rp15 juta), Muchlisyah (Rp13 juta), Hendra Saputra (Rp10 juta), Rauzatul Jannah (Rp14,5 juta), Zacky Randa (Rp12 juta) dan Fitriyati (Rp15 juta).

“Semua dana itu kami serahkan kepada Rahmi Marlina. Masih ada beberapa orang lagi, tapi malam ini mereka tak hadir,” ungkap Ratna Aulya, yang juga istri seorang prajurit TNI-AD di jajaran Kodam Iskandar Muda.

Selain merupakan karyawan perusahaan swasta yang bergerak di bidang asuransi dan investasi, kata Ratna Aulya. Rahmi Marlina juga disebut-sebut sebagai kader Partai Demokrat Aceh dan anggota relawan Irwandi-Nova saat Pilkada Aceh 2017 lalu.

Itu sebabnya, Ratna mengaku percaya pada Rahmi. Selain itu, melalui media sosial instagram kata Ratna, Rahmi kerap memasang foto-foto kegiatan bantuan sosial bersama istri Plt. Gubernur Aceh. "Karena itu, siapa sih yang ndak percaya," ujar Ratna.

Tapi pengakuan Ratna dibantah Rahmi. Kepada media ini, Senin, 11 Mei 2020, dia malah mengaku sebagai korban penipuan Arimurthi alias Abdul Mu'thi alias Devraz seorang petugas cleaning service (CS) pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Aceh. “Bukan mereka saja tapi ada 73 orang lainnya yang ditipu Devraz,” ungkap Rahmi Marlina.

Menurut pengakuan Rahmi, 73 orang korban tersebut, yang melalui dirinya hanya 19 orang. Caranya, setelah dia menerima berkas lamaran dan uang, lalu diserahkan kepada Juliana (rekannya). Lalu Juliana yang menyerahkan kepada Devraz.

Diketahui, total hutang Rahmi yang telah diakui di depan notaris berjumlah Rp 241 juta lebih. Itu diambil dan diterima Rahmi dari 19 pelamar kerja dengan harga bervariasi.

"Benar saya terima uang dari 19 orang calon tenaga honor ini, dan saya juga yang menandatangani kwitansi penerimaan uang. Tapi saya tidak makan sedikit pun uang itu, justru saya langsung menyerahkan pada Juliana, dan Juliana menyerahkan ke Devraz," kata Rahmi.

Rahmi mengaku jika dirinya tidak ada niat untuk menipu para korban. Rahmi dan teman-temannya, Juliana dan lainnya, hanya dijanjikan Devraz akan mendapatkan fee Rp 1 juta per orang, setelah calon lulus atau diterima. Ditandai dengan surat keputusan (SK) tenaga honor.

"Kami diiming-iming Devraz akan menerima Rp 1 juta per orang yang lulus sebagai tenaga kerja. Tapi uang itu kami terima nanti pas mereka lulus," kata Rahmi.

Itu sebabnya, Rahmi Marlina meminta para pihak (korban) atau siapa pun tidak mengaitkan kasus ini dengan posisinya sebagai kader Partai Demokrat Aceh. Apalagi menyeret nama Plt. Gubernur Aceh dan istri.

"Saya hanya kader Partai Demokrat Aceh dan sebagai angota relawan Irwandi-Nova pada Pilkada lalu. Selebihnya tidak, jadi tidak ada kaitan sama sekali dengan siapa pun, terutama Partai Demokrat Aceh," tegas Rahmi.

Lantas, bagaimana dengan pertanggungjawab hukum terkait kasus ini? Rahmi dan Juliana mengaku siap bertanggungjawab, jika korban melaporkan mereka pada aparat kepolisian. “Silakah, kami bukan penipu, justru kami juga ditipu Devraz," tantang Rahmi Marlina bersama Juliana.

Menurut Rahmi, selama ini dia sudah punya niat baik dengan membantu para korban. Caranya, membayar secara cicilan. “Ada Rp2 juta hingga Rp3 juta. Semua itu uang pribadi saya. Saya kumpulkan dan bayarkan kepada mereka,” ungkap Rahmi.

Menurut Rahmi, jika dirinya tak punya niat baik, mengapa harus membayar dengan dana pribadi yang dia dapatkan dari pekerjaannya.

“Jadi, silakan saja lapor polisi, saya sudah siap. Paling saya ditahan dua tahun. Enak saya, ndak perlu lagi bayar uang mereka yang tidak pernah saya nikmati,” ucap Rahmi.

Nah, tantangan Rahmi dijawab Ratna dengan melaporkannya secara hukum. Lantas, bagaimana kisah selanjutnya? Kita tunggu saja.***

Komentar

Loading...