Dibalik Deklarasi #2019GantiPresiden di Aceh

Rambo, Si Penantang Pria Bersebo dari Nagan Raya (bagian satu)

Rambo, Si Penantang Pria Bersebo dari Nagan Raya (bagian satu)
Foto: Muhammad Shaleh/MODUSACEH.CO
Rubrik

Awalnya, pria ini lebih banyak diam. Namun, suaranya seketika lantang, menentang sejumlah pria bersebo yang mengancam pelaksanaan Deklarasi #2019GantiPresiden di Aceh, yang batal terlaksana, Sabtu pekan lalu di Banda Aceh.

MODUS ACEH.CO | Shalat Zuhur berjamaah baru saja usai di Masjid Komplek Bulog, Gampong Tanjung, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa siang (4/9/2018). Dari arah depan rumah Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA. Khalid, muncul seorang pria berbadan kekar. Dari ciri dan baju kaos oblong yang dikenakan berhastag #2019GantiPresiden, dengan mudah bisa ditebak siapa pria itu. Ya, namanya  Nirmanto atau akrab disapa Rambo.

Memang, ayah empat anak dan empat cucu ini  sontak terkenal dan menjadi viral di media sosial (medsos) facebook dan youtube dalam sepekan berjalan. Ini bukan tanpa sebab. Karena keberaniannya, menantang sejumlah pria bersebo yang mengancam panitia pelaksana deklrasi; ganti presiden 2019.

“Hai, manusia bertopeng, yang akan mengagalkan deklarasi ganti presiden di Aceh.Jangan kau coba-coba gagalkan dekralasi itu. Sebab, sifat orang adalah tegas dan pemberani serta bertanggungjawab. Bukan seperti Anda, beraninya mengunakan topeng. Buka topeng Anda, lihat muka saya. Hadapi Aceh, Rambo Aceh, Nagan Raya. Apabila Anda mengagalkan deklarasi ganti presiden di Aceh. Ni, Rambo Aceh, akan menghadapi Anda”. Begitu kata Rambo yang diunggah melalui  youtube.

Akibat rekaman videonya itu, Rambo sempat berurusan dengan aparat kepolisian di Nagan Raya. Namun, setelah diajak bicara dan dimintai keterangan, Rambo akhirnya pulang ke rumah.

“Saya diminta untuk minta maaf. Lalu saya tanya, apa kesalahan yang telah saya lakukan sehingga harus minta maaf. Apakah saya melanggar hukum? Kenapa pria bersebo itu tidak diproses dan minta maaf pada rakyat Aceh,” jelas Rambo, saat wawacara khusus dengan media ini, Selasa siang di rumah Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA. Khalid.

20180904-rambo2

Nah, seperti apa cerita Rambo? “Awalnya, ada seseorang teman saya yang bernama Juan. Dia mengotak-atik handphone (HP) sehingga muncul video pria bertopeng. Dia mengatasnamakan rakyat Aceh dan menolak deklarasi Ganti Presiden. Di situ ada ucapan atau perkataan yang menyebut atas nama rakyat Aceh. Mereka mengancam sambil bertakbir. Dari sanalah awal video saya muncul,” jelas Rambo.

Kenapa? “Darah saya mendidih, jiwa saya bergetar. Kecintaan saya pada Aceh terusik. Jangan yang mengklaim seenaknya atas nama rakyat Aceh. Saya rela mati demi mempertahankan martabat rakyat Aceh,” tegas Rambo.

Rambo menilai, perbuatan dan pengakuan tujuh pria bersebo itu tidak benar. Sebab, sifat rakyat Aceh tidak seperti ini. Lalu, spontan  Rambo meminta kepada temannya  untuk merekam sikapnya itu.

“Video saya balas dengan video. Cuma saya ngak tahu caranya, sehingga direkamlah oleh teman saya. Mereka kemudian minta izin untuk disiarkan. Saya tegaskan, silahkan kamu unggah, biar orang pakai sebo itu tahu,” tegas Rambo.***

Komentar

Loading...