Wakil Dekan 1 Fisip Unsyiah Dr Efendi Hasan

Rakyat Masih Percaya Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf

Rakyat Masih Percaya Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf
Foto: Juli Saidi/MODUSACEH
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Wakil Dekan 1 FISIP Unsyiah Dr. Effendi Hasan, MA mengatakan. Masyarakat Masih menaruh kepercayaan pada Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 .

Begitupun enam pasangan calon terus melakukan pendekatan pada masyarakat untuk merebut suara pada pemilihan 15 Februari 2017 mendatang.
Menurut Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Dr. Effendi Hasan, MA ini, ada dua pasangan calon Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf, akan bersaing ketat.
Alasannya, berdasarkan pengakuan masyarakat saat melakukan survei terkait peta konflik di Kota Sabang, kata Effendi Hasan, pada dua sosok itu masih ada kepercayaan masyarakat.

Kepada Muzakir Manaf, diakui Effendi Hasan masyarakat masih percaya Aceh ini dipimpin mantan panglima GAM ini. Meskipun Muzakir Manaf menjabat Wakil Gubernur dr. Zaini Abdullah, tapi masyarakat masih menganggap Muzakir Manaf tidak mendapat peran yang optimal dari dr. Zaini Abdullah. Karena itu, berdasarkan sampel dengan masyarakat termasuk pendapat birokrat di Sabang, kata Effendi Hasan, Muzakir Manaf masih berpeluang untuk menjadi Gubernur Aceh nantinya.

Selanjutnya pada sosok Irwandi Yusuf, menurut Effendi Hasan, program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), bantuan beasiswa anak yatim, dan bantuan program peumakmue gampong (BKPG), masih membekas pada masyarakat. Alasannya, masyarakat merasa lebih mudah mendapat pelayanan JKA, dibandingkan program JKRA yang sudah digabungkan dengan BPJS. Apakah itu berdampak pada Muzakir Mana? Menurut Effendi Hasan tidak, karena masyarakat masih beranggapan bahwa selama ini Muzakir Manaf tidak diberi peran oleh dr. Zaini Abdullah. "Dua sosok itu masih ada kepercayaan," kata Effendi Hasan, di ruang kerjanya, FISIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (15/12/2016). Karena itu, untuk meraup suara pada Pilkada 2017, tergantung bagaimana Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf bisa meyakinkan masyarakat. Sebab, yang sedang berlangsung sekarang ini, Muzakir Manaf menyampaikan tentang UUPA dan MoU Helsinki namun tidak menyampaikan bagaimana mempertahankannya. Begitu juga Irwandi Yusuf, ia mesih memperjuangkan program lama, tapi bagaimana merealisasikannya, itu yang tidak disampaikan. "Semuanya menyampaikan visi-misi kesejahteraan, tapi bagaimana melakukan itu yang tidak disampaikan. Saya kira ini yang perlu diperjelas oleh pasangan calon," kata Effendi Hasan.***

Komentar

Loading...