Cover Story

Putusan Irwandi Inkrah, Sah! Nova Aceh Satu

Putusan Irwandi Inkrah, Sah! Nova Aceh Satu
Cover Stori (Dok.MODUSACEH.CO)
Penulis
Rubrik
Sumber
Redaksi MODUSACEH.CO

MODUSACEH.CO |  NOVA Iriansyah benar-benar bernasib baik. Tahun 2020, menjadi bukti garis tangannya menuai keberuntungan. Ibarat pepatah, jika sudah rezeki pasti tak akan lari.

Lihatlah, setelah gagal meraih kursi calon Wakil Gubernur Aceh bersama Muhammad Nazar (calon Gubernur Aceh) pada Pilkada 2012 serta kandas sebagai anggota DPR RI mewakili Aceh untuk kedua kali pada Pileg 2014. Dewi Fortuna akhirnya membawa Ketua PD Partai Demokrat Aceh ini sebagai Wakil Gubernur Aceh bersama Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh) Periode 2017-2022. Mereka unggul dalam kontestasi Pilkada 2017 lalu.

Tapi, persis setahun kursi empuk itu dia duduki. Nasib mujur telah membawanya menjadi Plt Gubernur Aceh. Ini tak lepas dari kasus yang menimpa Irwandi Yusuf. Dia dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 3 Juli 2018 di Banda Aceh, karena tindak pidana korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Nah, setelah penantian panjang setahun lebih, Nova Iriansyah yang pernah disebut Irwandi Yusuf sebagai Wagub Aceh debutan ini, akhirnya sah menjadi orang nomor satu Aceh.

Kesempatan dan peluang ini tak lepas dari putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, yang memvonis Irwandi tujuh tahun penjara dan kehilangan hak politiknya selama lima tahun. Termasuk denda Rp 300 juta dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Putusan ini akhirnya dikuatkan Mahkamah Agung (MA) dengan menolak kasasi yang diajukan Irwandi Yusuf.

Lantas, bagaimana UU No: 11/2006, tentang Pemerintah Aceh mengatur pergantian Gubernur Aceh Definitif tersebut, termasuk kursi Wakil Gebernur Aceh berikutnya? Simak kupasannya dalam Laporan Utama Tabloid MODUS ACEH edisi pekan depan.***

Komentar

Loading...