Breaking News

PTUN Gelar Sidang Perdana Sengketa PNA

PTUN Gelar Sidang Perdana Sengketa PNA
MODUSACEH.CO/Irwan Saputra
Banda Aceh | Mejelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Banda Aceh, menggelar sidang perdana terkait gugatan mantan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Aceh (PNA), Muharram Idris.

Muharram menggugat SK penetapan kepengurusan yang disahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Aceh, Gunarso.
 
“Agenda sidang hari ini hanya membaca gugagatan,” ujar Kuasa Hukum Muharram Idris, Aulia Rahman pada MODUSACEH.CO seusai sidang, Kamis (22/9/2016).
 
Aulia menjelaskan, seharusnya hari ini setelah membaca gugatan langsung ada tanggapan dari pihak tergugat, yaitu Kanwil Kemenkumham Aceh, cuma karena ada terdapat sedikit kesalahan pada jawaban, majelis hakim meminta tergugat memperbaiki kembali jawabannya.
 
“Dulu saat kami mengajukan gugatan juga ada kesalahan, kami diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan, begitupun pada pihak tergugat juga diberikan kesempatan untuk perbaikan, biar adanya keseimbangan,” kata Aulia.
 
Menurut Aulia, gugatan pihaknya tetap menuntut agar pengesahan SK penetapan kepengurusan DPP PNA oleh Kanwil Kemenkumham dibatalkan, karena akibat gugatan tersebut telah terjadinya partai ganda, dan dualisme kepengurusan partai, maka oleh karena itu pihaknya berharap agar hakim mengabulkan gugatan tersebut, dan mengembalikan hak politik Muharram Idris yang dipecat tanpa prosedur oleh DPP PNA.

“Karena itu sebagai kuasa hukum kami membawa kasus ini ke PTUN untuk mencari keadilan,” tambah Aulia.

Pengakuan Aulia dibenarkan oleh Kuasa hukum DPP PNA, Mohd. Jully Fuadi yang turut hadir bersama dua pengacara lainnya, yaitu Isfanuddin dan Syahminan Zakaria. Kata Jully, agenda sidang tadi hanya pembacaan gugatan, selanjutnya diagendakan sidang mendengar jawaban tergugat. “Agenda sidang hari ini adalah pembacaan guggatan dan jawaban. Namun jawaban ditunda lagi, ini adalah sidang perdana yang terbuka sementara sidang sebelumnya hanya sidang persiapan dan sifatnya tertutup. Sidang akan kembali dilanjutkan pada  Kamis 29 September 2016,” ujar Jully saat ditemui media ini.*

Komentar

Loading...