Pemerintah Aceh Rombak 626 Pejabat Esalon III dan IV

Ptl Gubernur Aceh: Kinerja Aparatur Eselon III dan IV Lemah, Harus Diperbaiki

Ptl Gubernur Aceh: Kinerja Aparatur Eselon III dan IV Lemah, Harus Diperbaiki
Foto: Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pemerintah Aceh resmi melakukan perombakan pejabat eselon III dan IV. Jumlahnya ada  626 orang. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Aula Anjongan Mon Mata, Peuniti, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Senin (17/9/18).

Nova Iriansyah mengatakan. Pelantikan pejabat pada level eselon III dan eselon IV yang berlangsung hari ini, merupakan salah satu upaya memperbaiki tata kelola Pemerintahan Aceh. Tujuannya, untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, bersih, dan amanah, serta mampu implementasi Undang-Undang Pemerintah Aceh dan qanun-qanun turunannya, dalam rangka percepatan pembangunan Aceh dan menjaga perdamaian yang abadi.

"Pada sisi lain, upaya perbaikan tata kelola pemerintahan untuk mewujudkan visi “Aceh Damai dan Sejahtera dengan Pemerintahan yang Bersih, Adil dan Melayani”. Pelayanan tersebut hanya mungkin dilakukan oleh aparatur pemerintah yang memiliki etos kerja yang baik, disiplin, dan fokus pada target kinerja yang ditetapkan," harapnya.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir, menemukan fakta lemahnya kinerja aparatur di level eselon III dan IV dan harus diperbaiki dengan mengisi kembali jabatan-jabatan yang kosong atau yang belum sempat disingkronisasikan meski reposisi pejabat pada level eselon II telah berlangsung beberapa bulan yang lalu. Karena itu, dilakukan mutasi dan pelantikan pejabat pada level eselon II dan IV.

Selain itu, untuk mengisi jabatan-jabatan yang masih kosong, juga upaya penyegaran organisasi, pembinaan karier aparatur, singkronisasi tugas pokok dan fungsi, dan peningkatan kinerja organisasi. Semua ini tentu saja untuk peningkatan kualitas kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Perlu kami sampaikan pada kesempatan ini, pejabat administrator eselon III dan pejabat pengawas eselon IV yang dilantik hari ini telah melalui proses panjang sejak Juni 2018. Selain diusulkan oleh atasannya masing-masing, mereka juga dinilai dengan cermat oleh Tim Penilai Kinerja Pemerintah Aceh," ungkapnya.

Selanjutnya, calon yang dinilai cakap dan memenuhi persyaratan yang ditentukan, diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Direktur Kelembagaan Kemendagri sepakat mempertahankan pejabat-pejabat yang telah menunjukkan kinerja yang baik selama ini. Persetujuan Kemendagri tersebut dituang dalam Surat No. 821/7267/otda, tanggal 13 September 2018.

Pada posisi tertentu, kata Nova Iriansyah, baik eselon III maupun eselon IV ada pergeseran (reposisi), namun dilakukan secara horizontal, yakni pada eselonering yang sama, kecuali bagi mereka yang beralih pada jabatan struktural ke jabatan fungsional, menderita penyakit yang tidak memungkinkan lagi melanjutkan pekerjaannya, memasuki masa pensiun, atau alasan khusus lainnya.

"Seusai pelantikan ini, kami minta segera bertindak, menjalankan tugas yang telah menunggu di unit kerja masing-masing. Perlu kami ingatkan, saat ini kita sudah berada di akhir triwulan ketiga tahun anggaran 2018, dan segera memasuki triwulan keempat. Artinya, masa kerja anggaran 2018 hanya tinggal sekitar tiga setengah bulan lagi untuk realisasikan program dan kegiatan pembangunan secara optimal," harapnya.

Nova Iriansyah pejabat yang dilantik agar segera bergerak dan bekerja seusai prosesi pelantikan ini. Penyesuaian diri dengan lingkungan kerja baru bagi yang terkena reposisi tidak bisa menjadi alasan tidak tercapainya target kinerja yang telah direncanakan sebelumnya.

"Semoga pelantikan ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan birokrasi. Kami juga meminta para pimpinan SKPA supaya mengoptimalkan semua potensi yang ada agar kita mampu menunjukkan kinerja yang baik dan mewujudkan Aceh Hebat sesuai visi misi Pemerintah Aceh 2017-2022," harapnya.***

Komentar

Loading...