Proyek Multy Years dan Refocusing Aceh Resmi Berlabuh di KPK

Proyek Multy Years dan Refocusing Aceh Resmi Berlabuh di KPK
Pimpinan dan anggota DPR Aceh melapor ke KPK (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Jumat (18/9/2020) resmi melaporkan proyek Multy Years ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

Dokumen yang diserahkan adalah, jangka waktu pekerjaan 2020-2022. Laporan ini langsung disampaikan Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, didampinggi Wakil Ketua Safaruddin dan unsur pimpinan fraksi serta komisi dari partai berbeda.

Penyerahan itu juga disaksikan anggota DPRA dari Fraksi PNA, Samsul Bahri alias Tiong, Safrizal Gamgam, Rizal Falevi Kirani, Irfansyah dan Tarmizi SP (Partai Aceh), dr. Purnama (Fraksi PKS) serta Irpanusir (Fraksi PAN).

"Ini baru saja keluar dari KPK, " kata Ketua Komisi V DPRA M. Rizal Falevi Kirani, melalui sambungan telpon, Jumat petang.

Lanjut politisi PNA ini, tidak hanya proyek Multy Years yang dilaporkan ke KPK. Ada juga soal pengelolaan dana refocusing penanganan Covid-19 di Aceh yang dinilai tidak terbuka.

20200918-kpk0ke2

Usai melapor ke KPK (Foto: Ist)

Alumni Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry, Falevi Kirani juga menjelaskan, dokumen laporan tersebut terkait Multy Years dan Refocusing, diterima langsung oleh Agus, Koordinator KPK Wilayah Aceh.

Rizal Falevi mengatakan, secara rinci soal kejanggalan dana refocusing akan disampaikan setelah ia tiba di Banda Aceh. Namun ketua komisi yang membidangi kesehatan ini menegaskan, secara serapan Aceh lebih rendah.

Selain itu, soal jumlah juga diketahui ada kejanggalan dari apa yang pernah disampaikan eksekutif selama ini.

Anggaran refocusing Aceh tersebut, menurut Rizal Falevi Kirani tidak pernah dibahas dengan DPR Aceh.***

Komentar

Loading...