Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Dibagi Dua Shif

Prokes Covid-19, Sekolah Tatap Muka dan Melepas Rindu Panjang Siswa

Prokes Covid-19, Sekolah Tatap Muka dan Melepas Rindu Panjang Siswa
SMA Negeri 3 Banda Aceh saat melakukan kegiatan belajar mengajar. Foto: Firdaus Hasan/MODUSACEH.CO
Rubrik

Banda Aceh | Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mulai menguji kembali penerapan sistem belajar mengajar di sekolah secara tatap muka dalam masa pendemi Covid-19.

Kebijakan ini dimulai sejak 4 Januari 2021 lalu, hingga kini sudah masuk mingggu ke tiga.

Di SMA Negeri 3 Banda Aceh misalnya, saat dikujungi MODUSACEH.CO, Rabu kemarin, kegiatan belajar mengajar barjalan lancar. Siswa terlihat menggunakan masker, baik dalam kelas maupun di halaman sekolah.

Di depan ruangan kelas masing-masing juga tersedia wastafel. Ketika masuk ruang kelas tampak poster yang menjelaskan tetang Covid-19, terutama gejala dan pencegahan. Sekolah yang berada di Jalan Tgk. Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh ini memiliki 900 siswa.

"Semua siswa yang datang langsung diperiksa di pintu masuk sesuai Prokes 3 M. Bagi yang tak menggunakan masker tidak diizinkan masuk," kata Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd, Kepala SMAN 3 Banda Aceh.

Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd menjelaskan. Tanggal 4 Januari 2021 lalu, SMAN 3 Banda Aceh sudah memulai sekolah tatap muka, ini diawali dengan adanya edaran Menteri Pendidikan RI.

Isinya, menyerahkan diserahkan sepenuhnya sekolah tatap muka kepada kepala daerah masing-masing. Dan sesuai dengan surat edaran Gubernur Aceh yang diteruskan Wali Kota Banda Aceh dan Dinas Pendidikan untuk dijadikan rujukan sekolah tatap muka.

“Alhamdulillah SMAN 3 Banda Aceh salah satu sekolah yang menginginkannyadan seluruh warga sekolahnya ingin belajar tatap muka,” tambahnya.

Sejak hari pertama, SMAN 3 telah melalui tahap protokol kesehatan sesuai prosudur yang harapkan pemerintah dan Satuan Tugas Covid-19.

Dia mengaku, hari pertama sudah dipantau langsung Danramil, Satgas Kecamatan dan Polresta Banda Aceh dengan cara melakukan sidak khusus tanpa pemberitauan, sehingga SMA 3 dinyatakan memenuhi standar protokol kesehatan.

"Kemudian dari 900 siswa sudah mendapat izin dari orang tua melalui surat pernyataan, hanya dua siswa saja yang tidak medapat izin," ungkapnya.

Sementara itu proses belajar siswa di bagi dua shift masing kelas yaitu shift A. Jadwalnya hari Senin, Rabu dan Jumat, sedangkan shift B (Selasa, Kamis dan Sabtu). Jumlah siswa dibagi dua.

"Mengenai kehadiran, alhamdullah anak kita hadir dan kami memang tidak terlalu memperketat. Berbeda saat waktu normal, jika ada siswa terlambat dari jadwal yang telah di tentukan maka tidak di izin kan masuk," kata Syarwan Joni.

"Pihak sekolah juga sudah membentuk Satgas Covid -19 dengan admintrasi. Sesuai SOP, dilengkapi Surat Keputusan (SK) melalui Satgas Covid-19 sekolah. Mereka terus membina dan mengajurkan agar siswa patuh pada Prokes Covid-19," tambah Syarwan Joni.

Semetara itu Kepala SMP Negeri 2 Banda Aceh melalui Wakil Bidang Kesiswaan, Sabriadi menjelaskan. SMP 2 menerapkan sistem belajar selama tatap muka dibagi dua shift, yakni shift A dan B.

Shift A jadwalnya Senin, Rabu, Jumat, sedangkan shift B (Selasa, Kamis dan Sabtu). Jumlah siswa dibagi dua dalam satu kelas. Lalu, siswa semua patuh prokes dan perlengkapanya sumua ada, seperti masker dan lain-lain.

"Kendala hanya ketika orang tua mengantar anak pada jam yang sama sehingga terjadi penumpukan di pintu saat dilakukan pemeriksaan prokes, namun pihak sekolah terus mengintruksikan supaya anak-anak tidak bekerumun," jelas Sabriadi.

Sementara mengenai kehadiran siswa Sabriadi mengatakan. ”Alhamdullah kehadiran siswa sudah mencapai 99 persen. Di sini kita sudah lengkapkan semua wastafel, sanitaizer di setiap sudut sudah disediakan".

Sabriadi menambahkan, proses belajar mengajar setiap guru dan murid masuk ke ruangan harus cuci tangan dulu dan wajib pakai masker. "Kami juga dipantau dinas dan langsung cek ke kelas".

Ahmad Raihanulnabil, siswa SMP Negeri 2 Banda Aceh (Kelas 9 II) menyambut baik sekolah tatap muka. Katanya, sekolah online susah dipahami, hanya diberi teks untuk dibaca. "Kami perlu penjelasan guru, namun kalau tatap muka gini gurunya langsung ajarin".

Ia berharap sekolah tatap muka bisa full (penuh) kembali atau tidak pakai shift.***

Komentar

Loading...