Vaksin MR Belum Ada Lebel Halal

Prof. Muslim Ibrahim: Jika Darurat, Dibolehkan!  

Prof. Muslim Ibrahim: Jika Darurat, Dibolehkan!  
Prof Muslim Ibrahim
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, Ketua Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengatakan. Pihaknya telah memanggil Dinas Kesehatan Aceh, guna menanyakan kehalalan vaksi Measles Rubella (MR) yang dipakai untuk imunisasi pada anak-anak secara massal di Indonesia, termasuk Aceh.

“Kita tanyakan waktu itu, apakah sudah dicek kehalalannya. Mereka bilang, mereka yakin Vaksin MR ini tidak mengandung enzim babi. Anda yakin saja, apa sudah kuat argumen. Saya pertanyakan waktu itu,” ungkap Muslim Ibrahim pada media ini, di Kantor MPU Aceh, Lampeneruet, Aceh Besar, Jumat (3/8/18).

Menurutnya, jika penyakit tersebut merupakan mewabah,  maka dan dapat menular dengan cepat pada orang, serta hanya bisa disembuhkan dengan obat tersebut.

Makanya penggunaan vaksin dibolehkan dalam ajaran Islam walaupun mengandung enzim babi.

“Secara pribadi kalau sudah dalam keadaan darurat, yang nazis atau babi dibolehkan. Apalagi, saya dengar vaksin ini tidak bersentuhan langsung dengan babi. Namun, saya mengharapkan pihak terkait juga harus melakukan tes kehalalannya, sehingga masyarakat juga merasa aman,” harap dosen UIN Ar- Raniry Banda Aceh itu.

Ceritanya, berpedoman pada vaksin polio dan vaksin bagi jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci. Katanya, kedua vaksin tersebut nyata-nyata mengandung enzim babi. Namun, penggunaannya dibolehkan karena penyakit polio merupakan penyakit katagori luar biasa.

Sementara, vaksin untuk jemaah haji juga dimaafkan. Namun, pemakaiannya hanya untuk satu kali. Itu sebabnya, dihimbau kepada masyarakat untuk tidak menunaikan haji lebih daripada satu kali, karena untuk pemakaian vaksin tidak dimaafkan lagi.

“Dalam hal ini, karena kita dalam Islam dianjurkan untuk berobat, dan diyakini dokter atau peneliti penyakit itu bakal mewabah, boleh dipakai, karena darurat,” tegasnya.***

Komentar

Loading...