Pria Ini Disebut Kunci Akhir Pandemi Covid-19, Siapa Dia?

Pria Ini Disebut Kunci Akhir Pandemi Covid-19, Siapa Dia?
Chief Executive Officer (CEO) of the Serum Institute of India, Adar Poonawalla (Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnbcindonesia.com

Jakarta | Seorang pria 39 tahun disebut-sebut bisa mengakhiri pandemi Covid-19. Dia merupakan Adar Poonawalla yang merupakan CEO Serum Institute of India (SII).

Adar meletakkan dasar untuk rencana yang diharapkan bisa mengakhiri pandemi ini. Dia diketahui menggelontorkan ratusan juta dolar untuk fasilitas manufakturnya di India.

Dia juga memiliki komitmen untuk membuat jutaan dosis vaksin virus, bahkan yang saat itu belum ada buktinya. Yakni vaksin buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca yang saat itu masih dalam uji klinis dan tidak ada yakin berapa lama vaksin dikembangkan serta keyakinan apakah akan berhasil.

"Itu adalah risiko yang diperhitungkan. Namun saya tidak melihat pilihan saat itu, sejujurnya. Saya merasa menyesal jika tidak melakukan satu atau cara lain," kata dia kepada CNN, dikutip Minggu (7/11/2021).

Cara agar rencananya berhasil, pertama adalah dengan mengumpulkan hampir US$1 miliar. SII juga menjanjikan memberikan vaksin pada negara-negara miskin di dunia.

Jika ini berhasil, artinya Adar akan menyelamatkan banyak nyawa dan menjadi pahlawan bagi periode pandemi ini.

Rencananya nampak berhasil di awal, misalnya AstraZeneca mendapat persetujuan dari regulator Inggris pada Desember 2020.

Namun sebelum itu semua jadi kenyataan, Adar menemui sejumlah masalah. Yakni saat India menghadapi tsunami gelombang kasus Covid-19 beberapa waktu lalu.

Awal tahun ini, SII diragukan bisa memberikan vaksin pada warga India.

India saat itu melaporkan ada 400 ribu kasus harian, yang kemungkinan jauh lebih tinggi kata para ahli. Pada saat itu, hanya 2% dari 1,3 miliar penduduk India yang telah divaksinasi lengkap dan pemerintah juga lamban mendapatkan pesanan untuk lebih banyak vaksin.

Hal ini juga membuat janji Adar memberikan vaksin pada negara miskin tidak terlaksana, atau setidaknya tertunda. SII harus menghentikan ekspor agar bisa memenuhi kebutuhan India saat itu.

"Saya selalu menjadi patriot untuk negara saya, dan jika negara saya membutuhkan fasilitas saya, saya akan melakukan yang mereka katakan," jelas Adar. "Tidak ada dua cara tentang itu".***

Komentar

Loading...