Diduga Menjambret

Pria Asal Timur Nyaris Dihakimi Massa

Pria Asal Timur Nyaris Dihakimi Massa
Kepergok warga, jambret di Lhokseumawe nyaris dihajar massa (Foto: antaranews.com)
Penulis
Sumber
Kontributor Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe | Beruntung, mungkin itulah nasib baik yang dialami MA (35). Bayangkan, andai sejumlah anggota Polsek Banda Sakti dan Koramil 16 Banda Sakti serta team URC Sat Sabhara Polres Lhokseumawe, tak cepat datang. Pria asal Kabupaten Aceh Timur ini, nyaris babak belur di hajar massa.

Ini bukan tanpa sebab. Diduga MA kepergok menjambret tas milik seorang wanita di Jalan Waduk, Desa Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Senin sore kemarin.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH menjelaskan. Peristiwa  tersebut terjadi, Senin sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Korban bernama Nila Wati (35) warga Kota Lhokseumawe.

Kontributor MODUSACEH.CO di Lhokseumawe melaporkan. Saat kejadian, Nila Wati sedang mencari kerang di Waduk Lhokseumawe dan memarkirkan sepeda motor miliknya di pinggir jalan.

"Korban mendengar teriakan maling dan langsung mengecek sepeda motor miliknya. Ternyata benar saja tas sandang yang sebelumnya di simpan dalam jok sudah tidak ada lagi," kata Eko.

Lalu, korban bersama warga sekitar berusaha mengejar pelaku yang berusaha kabur dengan masuk ke dalam waduk. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap warga dan nyaris diamuk warga.

Beruntung, saat kejadian sejumlah anggota Polsek Banda Sakti dan Koramil 16 Banda Sakti serta team URC Sat Sabhara Polres Lhokseumawe cepat datang ke lokasi kejadian, sehingga pelaku segera diamankan.

"Pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Banda Sakti, namun sebelumnya sempat dirawat terlebih dahulu di RS Bunga Melati karena mengalami luka pada kakinya saat berusaha kabur," katanya.

Selain menangkap pelaku MA, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah tas sandang wanita warna cream yang berisikan satu unit HP warna hitam dan satu buah paspor milik korban.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 363 Jo Pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama enam tahun.***

Komentar

Loading...