Pengurus HMI Banda Aceh Dilantik

Presidium KAHMI Banda Aceh Muhammad Saleh: Harus Peka, Jangan Cenggeng!

Presidium KAHMI Banda Aceh Muhammad Saleh: Harus Peka, Jangan Cenggeng!
Azhari Usman/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh Periode 2017-2018, Sabtu malam  (28/1/2017) dilantik Ketua Umum Badko HMI Aceh atas nama Ketua Umum PB HMI, di Balai Kota Banda Aceh.

Pelantikan Ketua Umum terpilih Abiya Dianda serta pengurus lainnya,  dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Iskandar, S.Sos, mengantikan Plt Walikota Banda Aceh Ir. Hasanuddin Ishak yang batal hadir.

Ketua Badan Koordinasi (BADKO) HMI Aceh Mirza Fanzikri  dan sejumlah Korps Alumni HMI (KAHMI) Cabang Banda Aceh, Muhammad Saleh , Andi Sinulingga, Sabri Bahruddin, Iskandar Mahmud, Syarifah Rahmatillah serta sejumlah kader HMI Cabang Banda Aceh.

Ketua HMI Cabang Banda Aceh terpilih Ambiya Dianda dalam sambutannya menuturkan, HMI yang dipimpinnya membutuhkan dukungan serta saran dari semua pihak, terutama dari  alumni agar dalam menjalankan organisasi tidak salah langkah. 

"Apalagi ini jabatan baru bagi saya, tentu masukan sangat saya perlukan” ujar Ambiya. Dia melanjutkan bahwa HMI yang ia pimpin akan mendukung setiap keputusan yang diambil Pemko Banda Aceh. Namun, jika keputusan tersebut tidak memihak kepada masyarakat, maka HMI Banda Aceh siap turun ke jalan. “HMI hadir menjadi garda terdepan membela kepentingan rakyat,"  ujarnya.

Plt Walikota Banda Aceh Hasanuddin Ishak dalam sambutan tertulis yang dibacakan Iskandar mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus HMI Cabang Banda Aceh yang baru. Dia menilai HMI adalah organisasi pengkaderan serta telah banyak melahirkan kader-kader yang mempuni dibidangnya masing-masing.

Karena itu Hasanuddin  berharap, kader HMI dapat aktif berkontribusi membangun Kota Banda Aceh. "Kedepan kader HMI jangan mau menjadi kuda tunggangan untuk para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi saat ini di tengah krisis nilai berbangsa,  mahasiswa sekarang cenderung apatis dan pragmatis. Di sinilah HMI hadir masuk di tengah-tengah mahasiswa untuk memperbaiki itu," ujarnya.

Hasanuddin menambahkan kader HMI juga dituntut menjadi agen perubahan serta mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan zaman. Diakhir sambutan, ia meminta HMI yang juga organisasi anak umat dapat menjadi organisasi yang independen untuk memastikan Pilkada Banda Aceh berjalan lancar, aman dan damai, serta kepada kader HMI untuk selalu membantu pemikiran dalam membangun Kota Banda Aceh lebih maju dan bermartabat. 

Sementara itu Presidium KAHMI Banda Aceh, Muhammad Saleh mengatakan. Sebagai organisasi kader, Pengurus HMI Banda Aceh harus peka dan mampu membaca tanda-tanda jaman yang terus berkembang, sehingga dapat melakukan pemetaan potensi diri dan lingkungan, baik politik, sosial, budaya dan ekonomi, sehingga kehadiran kader HMI dapat menjadi madu secara internal dan magnet di sisi ekternal. "Waktu satu tahun  adalah sangat singkat untuk berkarya dan bekerja. Karena itu buatlah program  yang rasional. Tinggalkan budaya yang tidak efektif dan produktif seperti konflik internal. Itu budaya yang tak perlu dipertahankan," saran Muhammad Saleh yang juga Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO. Selain itu, Saleh juga menegaskan perlunya kemandirian di tubuh organisasi ini. Sebab, hubungan HMI dengan KAHMI tidak bersifat struktural.

"Karena itu beri apa yang alumni butuhkan sehingga hubungan ideologis dan organisatoris tetap terjaga. Misal, dibutuhkan celana maka jangan beri baju dan jangan olah sana olah sini," ujar Saleh yang disambut aplus undangan.

Intinya papar Saleh, sebagai insan kampus, kader HMI wajib terus mengasah kecerdasan intelektual, sosial serta spiritual. Itu hakekat dari seorang insan pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, ulasnya.

Masih kata Saleh. "Jadi jangan cenggeng dan berharap dari alumni, sebaliknya alumni tidak diberi konsrribusi apa pun dari kader HMI, terutama pemikiran dan gagasan yang cerdas serta kritis".***

 

Komentar

Loading...