Dijadwalkan Liga I Dilanjutkan Awal Oktober 2020

Presiden Persiraja H. Nazaruddin (Dek Gam) Pertanyakan Komitmen Bank Aceh Syariah

Presiden Persiraja H. Nazaruddin (Dek Gam) Pertanyakan Komitmen Bank Aceh Syariah
Presiden Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin (Dek Gam). Foto: Ist

Banda Aceh | PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi mengindikasikan bakal memulai kembali Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 pada Oktober 2020 mendatang.

Itu sebabnya, berbagai persiapan dilakukan sejumlah klub di Indonesia. Mulai dari latihan rutin hingga kesejahteraan pemain seperti gaji dan tunjangan lainnya.

Persiapan serupa juga harus dilakukan Klub Persiraja Banda Aceh. Namun, masih ditemukan beberapa kendala. Misal, komitmen dari pihak ketiga atau sponsor. Salah satunya dari PT.Bank Aceh Syariah (BAS).

“Ya, dengan sangat terpaksa harus kami sampaikan kepada rakyat Aceh, khusus pecinta Persiraja. Hingga kini, Bank Aceh Syariah belum menunaikan janjinya, membantu Persiraja,” ungkap Presiden Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin (Dek Gam), Rabu siang di Banda Aceh.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN ini. Pihaknya sudah lama menunggu dengan berbagai janji yang disampaikan manajemen Bank Aceh. “Tapi ya itu tadi, hingga Juni 2020, belum ada tanda-tanda bantuan tersebut disalurkan,” jelas Dek Gam.

20200624-persiraja

Persiraja saat bertanding di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh (Foto: Net)

Kata dia, kepastian tersebut sangat diperlukan sehingga pihaknya tidak terkendala dengan psikologis pengurus maupun pemain. “Memang, kami tidak tergantung semata-mata pada bantuan Bank Aceh. Tapi, karena sudah ada komitmen sebelumnya, maka kita pertanyakan,” ulas dia.

Alasan lain sebut Dek Gam. Setiap klub akan dilakukan audit, termasuk bantuan dari sponsor. Salah satunya dari Bank Aceh Syariah, sehingga pada kostum pemain, terpasang lambang atau logo Bank Aceh Syariah.

“Apa jadinya bila logo terpasang, tapi bantuan tidak ada. Ini tentu saja akan bermasalah di kemudian hari,” tegas Dek Gam.

Itu sebabnya tegas Dek Gam kembali. Bila Bank Aceh Syariah tidak memenuhi janjinya berupa bantuan. Maka dengan sangat terpaksa, logo yang ada pada kostum atau atribut pemain akan dicopot atau hapus.

“Ketika keputusan ini saya lakukan, maka biarlah rakyat Aceh dan pecinta Persiraja yang menilainya,” papar Dek Gam.

Dia pun mengaku tak mengerti dan memahami, mengapa hingga kini PT. Bank Aceh Syariah (BAS) belum menyalurkan bantuan dana atau menyelesaikan komitmen mereka terhadap klub kebanggaan rakyat Aceh ini.

Namun, dari hasil pelacakan media ini, tersiar kabar bahwa, tersendatnya bantuan tersebut, karena alasan pandemi virus corona (Covid-19). Selain itu, ada sinyal dari penguasa daerah agar bantuan tersebut ditunda dahulu.

“Ya, kami tetap membantu sesuai komitmen. Namun, mohon bersabar, karena kami masih berkonsentrasi pada wabah corona. Insya Allah dalam waktu dekat akan segera kita salurkan,” kata Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, yang dikonfirmasi media ini, sebelum bulan ramadhan lalu di Banda Aceh.

Sebaliknya, Haizir membantah jika keterlambatan penyaluran bantuan yang disebut-sebut berjumlah sekitar Rp1 miliar itu, karena pihaknya mendapat larangan atau “tekanan” dari  penguasa daerah ini.

“Tidak, tidak ada penekanan dari siapa pun, tapi memang karena kondisi wabah corona,” jelas Haizir.***

Komentar

Loading...