Breaking News

Presiden Jokowi, OTT dan Nyanyian Meizi

Presiden Jokowi, OTT dan Nyanyian Meizi
detik.com
Penulis
Rubrik
Jakarta | Jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) itu bisa. Tapi, jika Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ikut terjun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Nah, ini baru luar biasa.
***
Kepala Seksi (Kasie) Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Direktorat Perhubungan Laut Kemenhub, Meizi Syelfia benar-benar lagi apes dan sial. Pejabat Kementerian Perhubungan itu, tertangkap tangan atas dugaan melakukan pengutan liar (pungli) dengan barang bukti uang puluhan juta. Itu sebabnya, Presiden Joko Widodo mengaku geram dan memberi peringatakan keras kepada seluruh instansi agar tak melakukan pungutan liar (pungli) terutama terkait pelayanan rakyat. "Tapi kita ingin melihat dan memastikan, dan saya peringatkan, kepada seluruh instansi, mulai sekarang ini stop yang namanya pungli, hentikan yang namanya pungli. Terutama yang berkaitan dengan yang namanya badan pelayanan masyarakat, pelayanan rakyat," tegas Jokowi di Kantor Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/10/2016).

Jokowi mengatakan, saat ini ada namanya Operasi Pemberantasan Pungli (OPP) yang baru saja dibentuk. Usai rapat pembentukan OPP, ia mendapat laporan bahwa telah dilakukan operasi tangkap tangan (OTT). "Baru saja tadi saya melakukan rapat soal reformasi hukum. Dan tadi juga saya sudah putuskan untuk membentuk OPP, Operasi Pemberantasan Pungli," ujar Jokowi. "Setelah rapat selesai, saya mendapatkan laporan dari Kapolri berhubungan dengan operasi pungli kepengurusan buku pelaut dan juga surat kapal yang angkanya tentunya berbeda-beda. Ada yang ratusan ribu, ada juga yang jutaan," jelasnya.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, penggeledahan di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam operasi pemberantasan pungli atas perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Perintah itu disampaikan langsung dari Jokowi kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. "Memang ini perintah ya, instruksi Pak Presiden yang ditujukan kepada Bapak Kapolri. Jadi ya instruksi ini sudah disampaikan," ucap Boy Rafli di lokasi penggeledahan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Selasa (11/10/2016). Boy melanjutkan, perintah langsung dijalankan dengan melakukan penyelidikan terkait dugaan-dugaan pungli di beberapa instansi pemerintah. Namun memang diawali dari Kantor Kemenhub. "Dan langkah-langkah penyelidikan ini sudah dijalankan. Memang langkah penyelidikan awal berjalan di kantor kementerian Perhubungan," Boy menjelaskan. "Jadi sebenarnya tidak hanya khusus di sini, oleh karena itu ini merupakan warning bagi semua berhati-hati, khususnya sektor pelayanan publik," ia menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan OTT di Kemenhub itu terkait kasus pungli perizinan di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Namun saat itu, Budi mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah pegawainya yang ditangkap. "Belum saya soal itu," dia menjelaskan. Budi memastikan penangkapan ini merupakan bagian dari bersih-bersih yang dilakukan Kemenhub. Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu berharap hal ini bisa memberikan efek jera, sehingga menutup celah korupsi di lingkungan kementerian yang dipimpinnya. "Kami beri apresiasi ke jajaran Polri yang bongkar kasus ini. Saya harapkan ini bisa kasih efek jera," ujar Menhub Budi Karya.

Lantas, apa kata Meizi Syelfia, terkait kasus yang menjeratnya? Yang menarik, Meizi Syelfia akhirnya 'bernyanyi' setelah dirinya tertangkap tangan menerima uang dari bawahannya dalam pengurusan perizinan perkapalan dan kelautan. Ia pun menyebut setoran itu sampai hingga ke level atas. "(Keterangan Meizi) ya menurut dia ada ke atas, tapi kan harus dibuktikan keterangan tersebut. Siapa tahu cuma mengaitkan dengan yang lain," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Dalam pemeriksaan, Meizi juga menyebut bahwa praktik pungli tersebut sudah diketahui pimpinannya. "Oh iya lah, pasti mengetahuinya. Nanti kita lihat, kan ada catatannya. Kalau ada sampi ke atasnya, pasti yang ini kan teriak juga 'saya setor ke atasan saya'," ungkap Iriawan. Iriawan memastikan, penyidik akan menelusuri kasus itu hingga ke level paling atas di Direktorat Perhubungan Laut. "Nanti akan kita periksa pimpinannya. Ini kan baru kasi (kepala seksi), nanti kan ketahuan ada catatan, apakah ke kasubdit atau ke direktur," lanjut Iriawan. Dalam operasi tangkap tangan di lantai 12 di meja kerja Meizi, polisi menemukan catatan tangan berupa angka-angka sejumlah uang yang disetorkan hingga ke atasannya. Catatan tersebut masih didalami oleh penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.***

Komentar

Loading...