Breaking News

Dugaan Jual Beli Jabatan Ketua STAIN TDM

Presiden Diminta Tinjau Ulang Keputusan PTKIN, Senat dan Pansel Dituntut Terbuka

Presiden Diminta Tinjau Ulang Keputusan PTKIN, Senat dan Pansel Dituntut Terbuka
Anwar, alumni STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh (Foto: Aidil Firmansyah/MODUSACEH.CO)

Meulaboh | Pernyataan mantan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Dr. Syamsuar Basyariah terkait pencalonan Ketua STAIN tersebut semakin menuai polemik.

Sebab, Dr. Syamsual mengaku bahwa Innayatillah dan Dr. Azhar hanya sebagai pendamping dirinya sebagai calon Ketua Sekolah Tinggi itu. Tarmasuk segala biaya seperti akomodasi dalam pengurusan lainnya, ditanggung Dr. Syamsuar secara pribadi.

Karena itu, berbagai kalangan merespon adanya dugaan praktik jual beli jabatan di tubuh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Salah satunya perguruan tinggi negeri Islam dibawah naungan Kemenag RI tersebut.

Sebelumnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD pada acara ILC TV One beberapa waktu lalu mengungkap adanya dugaan tak elok itu. Termasuk mantan Irjen Kemenag RI, Mohammad Yasin pada acara yang sama.

Lantas, pengakuan keduanya disambut sejumlah alumni Tengku Dirundeng Meulaboh dengan mengeluarkan pernyataan sikap. Mereka meminta pihak Panitia Seleksi (Pansel) dan Senat lebih terbuka kepada publik mengenai proses pemilihan Ketua STAIN Tengku Dirundeng, Meulaboh.

“Kami butuh klarifikasi dari pihak senat dan panitia seleksi, apakah betul mereka hanya sebagai formalitas untuk mengantarkan Dr. Syamsuar dan seluruh biaya akomodasi pencalonan Dr. Innayatillah dan Dr. Azhar, dibiayai secara pribadi oleh mantan Ketua STAIN? Ini harus diperjelas dan jangan beri jawaban yang mengantung,” kata alumni STAIN, Anwar, Senin (25/3/2019) di Meulaboh.

Menurut Anwar, para alumni mengecam keras dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Kemenag RI tersebut. Sebab, hal itu tidak lagi mencerminkan proses beretika dan sisi ke-Islaman dari seorang muslim dengan masih melakukan tindakan yang dilarang agama.  Mereka juga mendesak Presiden Jokowi mencopot jabatan Menteri Agama Lukman Hakim.

Alumni yang kini berkecimpung dalam dunia akademisi itu, meminta pemerintah segera melakukan peninjauan terhadap keputusan pengangkatan Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yang saat ini banyak terindikasi dugaan tidak baik, apalagi sampai adanya dugaan jual beli jabatan.

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai praktik pelanggaran hukum dibiarkan begitu saja. Kami terus mendesak pihak KPK untuk mengusut dugaan di lingkungan Kemenag tersebut, agar bersih dan tidak terulang lagi,” jelasnya.

Namun, hingga saat ini, MODUSACEH.CO, belum menerima jawaban dari pihak terkait seperti, Pansel dan Senat soal kebenaran pencalonan bahwa Dr. Innayatillah dan Dr. Azhar sebagai pelengkap dan formalitas untuk mengantarkan Dr. Syamsuar, meraih kembali kursi Ketua STAIN kembali dan biaya akomodasi dua calon lainnya atas dana pribadi oleh mantan Ketua STAIN ini.***

Komentar

Loading...