Polresta Banda Aceh Ciduk Tujuh Pencuri Barang Elektronik

Mereka Namakan Diri Kelompok Preman Pensiun

Mereka Namakan Diri Kelompok Preman Pensiun
Jumpa pers di Mapolresta Banda Aceh Jumat (5/2/2021). Foto: Humas Polresta Banda Aceh

Banda Aceh | Satreskrim Polresta Banda Aceh kembali menangkap tujuh pelaku pencurian barang elektronik. Mereka tergabung dalam group WhatsApp (WA) yang menamakan diri preman pensiun.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka sudah melakukan 18 aksi pencurian di lokasi berbeda.

Tujuh tersangka anggota preman pensiun yang ditanggkap adalah BR (16), warga Kuta Alam, Kota Banda Aceh, MR (17) warga Lampaseh, Kota Banda Aceh, ADM (16) warga Lambaro, Aceh Besar, MN (19) warga Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh, BG (19) warga Darul Imarah Aceh Besar, BN (19) warga Lamteumen Timur Kota Banda Aceh dan BP (30) warga Peukan Bada, Aceh Besar sebagai penadah.

Kasatrekrim Polresta Banda Aceh M Ryan Citra Yudha saat jumpa pers di Mapolresta Banda Aceh Jumat (5/2/2021) mengatakan, pengkapan tersangka berawal dari laporan kehilangan genset di Hotel Rajawali, 24 Januari 2021 yang diterima Polsek Kuta Alam.

Polisi berhasil melacak keberadaan tersangka yang sebelumnya menginap di hotel tersebut.

Dari pengembangan kasus, polisi menangkap enam tersangka dan satu penadah dan barang bukti 18 handphone, 3 powerbank, 3 tabung gas dan 2 sepeda motor yang digunakan saat beraksi, ungkap Ryan.

Dari hasil pencurian itu uang digunakan untuk membeli narkoba dan memakai narkoba. Saat ini tersangka diamankan di Mapolresta Banda Aceh.

Perbuatan tersangka dijerat Pasal 363 KUHP jo UU RI No. 11 Tahun 2012, tentang sistem peradilan anak dengan ancam hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

"Penadah dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara," tegas Ryan.***

Komentar

Loading...