Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Satu Tewas Tenggelam di Laut

Polres Lhokseumawe Amankan Komplotan Pencuri Minyak di Pelabuhan Pertamina

Polres Lhokseumawe Amankan Komplotan Pencuri Minyak di Pelabuhan Pertamina
Foto: Din Pasee

Lhokseumawe | Untuk meluruskan informasi yang berkembang dan menjadi buah bibir di masyarakat. Polres Lhokseumawe membenarkan pihaknya menangkap komplotan pencurian minyak jenis Pertamax satu ton dalam kapal yang bersandar di Pelabuhan Pertamina, Desa Hagu, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe beberapa hari lalu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengungkap itu dalam konfrensi pers  di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseunawe, Kamis (4/3/2021).

Diduga, komplotan ini melakukan pemerasan dan penggelapan minyak jenis pertamax dari kapal tanker.

Katanya, dalam peristiwa ini, satu tersangka HS meninggal dunia karena kaget mendengar suara tembakan ke udara hingga menceburkan diri ke laut dan hilang seketika.

Namun jenazah akhirnya berhasil ditemukan setelah mengapung ke permukaan laut serta telah disemayamkan pihak keluarga di Desa Hagu setempat.

Dijelaskan Kapolres, Rabu, 3 Maret 2021, sekira pukul 00.13 WIB dini hari. Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe yang telah mendapatkan informasi tentang aksi komplotan yang sering memeras minyak dari awak kapal tanker MT Garuda Asia yang bersandar di Pelabuhan Pertamina Desa Hagu.

Foto: Din Pasee

Ketika itu komplotan tersebut menggunakan satu unit boat membawa 29 drum kosong menuju ke kapal tanker.

Lalu, diantara pelaku yakni RG meminta langsung berkomunikasi dengan awak kapal. Katanya, mereka sudah mendapat ijin dari Cief officer selaku petugas juru pompa kapal untuk mengambil minyak.

Rupanya, mereka menipu dengan membawa nama atasan Cief officer kapal, yang seakan-akan sudah mendapatkan ijin. Padahal sebaliknya, pihak terkait tidak pernah memberi ijin. Sehingga RG Cs berhasil menguras minyak 29 jeurigen.

Setelah mengisi minyak yang jumlah totalnya mencapai 1 ton lalu itu, lalu diikat dibelakang boat dan berangkat lagi untuk merapat ke pantai.

Saat itu, polisi langsung memergoki para pelaku dan diminta untuk menyerah dan tidak melawan hingga melakukan tembakan peringatan ke udara.

Sayangnya, satu diantara pelaku justru mencoba kabur dengan cara menceburkan dirinya ke laut dan tak muncul lagi ke permukaan laut.

Akhirnya Hs baru ditemukan setelah tubuhnya mengapung di laut dalam kondisi sudah meninggal.

“Jadi saat itu, satu tersangka diantaranya ketakutan mendengar suara tembakan peringatan hingga menceburkan diri ke laut. Pada sore harinya ditemukan sudah meninggal. Jadi dia meninggal bukan karena tembakan tapi karena mencebur diri ke laut. Teman-teman boleh cek langsung pada tersangka lain,” ujarnya.

Ahirnya lima tersangka lain berhasil diamankan bersama 1 ton minyak Pertamax dalam 28 jeurigen. Masing-masingnya RG (36), MD (26), DI (36), selaku otak pelaku yang melakukan eksekusi minyak, MS (37) dan FR (40) menunggu ditepi pantai untuk lansir minyak.

Sedangkan dua lainnya yang menunggu di pinggir pantai berhasil melarikan diri setelah mendengar suara tembakan dan teman-temannya yang lain telah berhasil ditangkap.

Lantas, polisi mengajak pihak Pertamina mengecek kondisi kapal tanker pasca dicuri oleh komplotan RG Cs.

Atas perbuatannya itu, RG Cs dijerat Pasal 32 jo Pasal 378 KUHpidana dengan ancaman pidana penjara selama empat tahun.

Terkait pelaku yang berhasil kabur akan menjadi DPO dan tentang keterlibatan pihak lain tentunya sedang didalami polisi untuk pengembangan kasus itu.***

Komentar

Loading...