Breaking News

Setelah Diburu 33 Hari

Polres Agara Ciduk Pelaku Penikaman Armen Desky

Polres Agara Ciduk Pelaku Penikaman Armen Desky
dok. MODUSACEH.CO

Kutacane | Setelah memburu selama 33 hari, jajaran Kepolisian dari Polres Kabupaten Aceh Tenggara akhirnya memenuhi janjinya dengan menciduk pelaku penikaman terhadap mantan Bupati Aceh Tenggara, Armen Desky. Mereka adalah, Sanip (30) dan Kamaluddin (60). Kedua tersangka merupakan anak dan bapak. Kedua tersangka dan pelaku ini, sempat melarikan diri ke Tanah Karo, Dairi, Sumatera Utara dan berpindah ke Meulaboh, Aceh Barat dan berakhir di Kabupaten Nagan Raya. Mereka ditangkap di rumah saudaranya di Desa Alur Rambut, Kecamatan Daru Makmur, serkira pukul 13:00 WIB, 3 Mei 2017 lalu.

Selanjutnya dibawa ke Aceh Tenggara dan tiba di Mapolres sekira pukul 11:30 WIB, 4 Mei 2017 kemarin. Penangkapan ini melibatkan Jahantras Polda Aceh, Polres Nagan Raya dan Tim Polres Aceh Tenggara. Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti pisau belati, handphone, dokumen mantar-mantra dan sejumlah pakaian. Tersangka mengaku nekat menikam Armen Desky karena sengketa lahan hampir seluas 2 hektar yang berada di Desa Titi, Kering Kecamatan semadam. Nah, jika dijual harganya mencapai Rp 5 miliar.

Kapolres Agara AKBP Edi Bastari menyatakan, sebelumnya telah mengeluarkan DPO terhadap kedua tersangka yang sudah lama teridentifikasi. Saat dikejar, kedua tersangka selalu berpindah-pindah. Sebelumnya Armen Desky, mantan Bupati Agara Periode 2001-2006 ditikam Sanip, karena sengketa lahan seluas 157x207 meter, setelah Armen Desky membeli dari sudara atau keluarga sendiri dan tanah tersebut telah bersertifikat. Namun, 30 Maret 2017 lalu, Armen  Deski ditikam Sanip di kawasan Pasar Belakang Kota Kutacane persis di salah satu kafe.***

Komentar

Loading...