Oknum Anggota DPRK Aceh Timur Diduga Bawa Narkoba

Polres Aceh Timur Mengaku Belum Lakukan Publikasi  

Polres Aceh Timur Mengaku Belum Lakukan Publikasi  
Narkoba jenis sabu-sabu/Ilustrasi (Foto: mediaindonesia.com)

Aceh Timur | Meski jajaran Polres Aceh Timur telah menangkap dan menahan SA, oknum anggota DPRK Aceh Timur, Rabu, 23 Oktober 2019 lalu.

Namun, hingga kini jajaran Kepolisian Resort (Polres) Aceh Timur, mengaku belum bisa mempublikasikan pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika tersebut. Alasannya, Operasi Antik tanggal 29 Oktober 2019 belum berakhir.

Penegasan itu disampaikan Humas Polres Aceh Timur, melalui rilis yang dikirim kepada pada wartawan, Kamis (24/10/2019).

"Setelah berakhirnya kegiatan ini, kami buat press rilis dan semua hasil pengungkapan, baik di Polres maupun Polsek. Mohon rekan-rekan media untuk memakluminya," tambah Humas Polres itu.

Sebelumnya, sejumlah wartawan nasional dan lokal mencoba konfirmasi kepada Polres Aceh, terkait informasi dugaan oknum Anggota DPRK Aceh Timur yang terlibat narkoba.

Seperti diwartakan sejumlah media pers cetak dan siber. SA, oknum anggota DPRK Aceh Timur yang baru dilantik bulan yang lalu. Rabu pekan lalu diamankan Satres Narkoba, Polres Aceh Timur.

Kabarnya, dia diamankan karena diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu saat melintas di jalan nasional dari arah timur menuju Kota Idi. Persis di Desa Seunebok Teungeoh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti (BB) dua bungkus plastik putih yang diduga narkoba jenis sabu. Ketika itu, SA sedang dalam perjalanan mengenderai mobil Toyota Rush warna hitam BL 1527 AA.

Hingga kini, AS masih diamankan di Mapolres Aceh Timur, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasat Narkoba Polres Aceh Timur Iptu Yasir Arafat Riza Habibi SH, saat di konfirmasi sejumlah media, Kamis (24/10) belum dapat memberi pernyataan. “Tanya saja ke Humas” katanya singkat.***

Komentar

Loading...