Diduga Lakukan Penipuan dan Pemerasan

Polres Aceh Selatan Keluarkan DPO Terhadap Oknum Polisi di Polsek Sawang

Polres Aceh Selatan Keluarkan DPO Terhadap Oknum Polisi di Polsek Sawang
Wira masuk DPO Polres Aceh Selatan
Penulis
Rubrik

Aceh Selatan | Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedi Sadsono sejak 14 September 2018 lalu, telah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Bripka Wira Afdanil bin Abdul Wahab, seorang oknum polisi yang bertugas di Polsek Sawang, masih dalam wilayah hukum Polres Aceh Selatan.

Status DPO tadi berdasarkan surat nomor; 10/IX/RES1.11/2018, terkait laporan polisi nomor: LP-B/02/1/2018/Polda Aceh/Res Asel/SPKT, tanggal 4 Januari 2018, yang dilakukan Supkriyati, istri  Mustafa (korban). Laporan tadi terkait dugaan perbuatan penipuan, pemerasan dan pengelapan yang dilakukan Wira terhadap Mustafa.

Salah seorang anggota keluarga Mustafa yaitu Bustami, kepada media ini, Minggu malam kemarin menceritakan kronologis kejadian. Katanya, berawal tanggal 27 Juli 2017, sekitar pukul 10.00 WIB. Korban Mustafa diminta datang ke tempat Wira Afdalnil, saat itu Kanit Reskrim Polsek Sawang. Setibanya di lokasi, Wira Afdalnil meminta uang Rp 50 juta rupiah kepada Mustafa dengan alasan telah melakukan perbuatan menjerat kambing hutan yang dilakukan bersama Abas Rizal bin Agusmar alias Sibay.

Saat itu korban Mustafa menjawab dirinya tidak memiliki uang. Mendengar jawaban tersebut, Wira meminta buku BPKB Mobil Avaza BL 780 TB, warna abu-abu metallik milik korban (Mustafa) melalui istri korban yaitu Supkriyati.

Namun, istri korban menanyakan pada Wira untuk apa uang tersebut dan dijawab Wira sebagai “uang tutup mulut” kepada Iptu Adrianus Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, apalagi kasus Abas Rizal Bin Agusmar (Sibay), sudah ada alat bukti tindak pidana jerat kambing hutan.

Tak berhenti sampai disini. Saat mobil dibawa ke tempat leasing di Blang Gelinggang, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan. Tiba-tiba Iptu Adrianus, Kanit Tipiter, Polres Aceh Selatan, berkomunikasi melalui telfon seluler dengan Wira Afdalnil, mantan Kanit Reskrim Polsek Sawang.

Dia bertanya Mustafa ada dimana? Dan dijawab Wira Afdalnil, sedang bersama dia serta istri korban. Lalu, diminta datang ke Polsek Sawang bersama Wira. Sementara mobil korban ditinggal ditempat leasing di Blang Gelinggang.

Selanjutnya, korban Mustafa bersama Wira tiba di Polsek Sawang dan bertemu Iptu Adrianus, Kanit Tipiter Polres Aceh Selatan, langsung berangkat ke desa Panton Luas bersama Wira Afdalnil, Kanit Reskrim Polsek Sawang.

Setiba di Desa Panton Luas sekitar pukul 11.00 WIB, anggota kepolisian Polsek Sawang bersama anggota Polres Aceh Selatan  dan tiga orang anggota Polisi Hutan (Polhut), melakukan pengeledahan rumah Mustafa.

Hasilnya, diduga anggota Polisi tadi menemukan perangkat jerat. Saat itu juga, Mustafa dibawa ke Polres Aceh Selatan, untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi Abas Rizal Bin Agusman (Sibay). Itu berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Nah, dalam proses tersebut, ternyata mantan Kanit Reskrim Polsek Sawang, Brigadir Wira Afdalnil, menjual mobil Avanza milik korban Mustafa kepada pengusaha Ali Amin Setia, di Tapak Tuan Aceh Selatan dengan harga Rp 120 juta. Uang tersebut semuanya diambil Wira Afdalnil, Kanit Reskrim Polsek Sawang, Aceh Selatan,” ungkap Bustami, saudara dari tersangka Mustafa.

Kepada media ini Minggu (3/2/2019) sore, Bustami mengaku. Sebenarnya, dia tak mau melapor masalah ini ke aparat kepolisian. Namun, usaha atau jalan kekeluargaan yang ditempuh tak membuah hasil. “Kalau uang Rp 120 juta milik keluarga saya dikembali, tentu saya tak membawa masalah ini ke ranah hukum,” ujar aktivis HAM dan Hukum ini.

Lantas, apa kata Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedi Sadsono? Dikonfirmasi media ini melalui telpon seluler dan pesan singkat (SMS), hingga berita ini diwartakan tidak berbalas. Namun, sumber media ini di Polres Aceh Selatan membenarkan jika Wira sudah masuk DPO, sambil menunggu proses sidang komisi etik, karena dia telah desersi atau meninggalkan dinas. “Insya Allah, walau dia (Wira) tak hadir, kami tetap gelar sidang etik, untuk penyerahan berkas kepada jaksa, apabila dia sudah berhasil kami tangkap,” jelas sumber yang tidak mau ditulis namanya ini.***

Komentar

Loading...