Terkait Laporan Keluarga Andaman Ibrahim

Polisi Juga Minta Keterangan Samsul Bahri SH

Polisi Juga Minta Keterangan Samsul Bahri SH
FB Syamsul Bahri SH

Banda Aceh | Laporan Syarifah Munira (47), atas nama ahli waris Andaman Ibrahim, terkait dugaan penipuan/pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Dirut PT Samana Citra Agung, Deni Fahlevi (36), tanggal 25 Agustus 2017 lalu di Polres Banda Aceh. Ternyata ikut membuat aktivitas H. Syamsul Bahri SH, seorang advokat di Banda Aceh tersita.

Maklum, sebagai kuasa hukum PT. Samana Citra Agung, H. Syamsul Bahri SH ikut dimintai keterangan sebagai saksi terlapor yaitu Deni Fahlevi. Sumber media ini di Polres Banda Aceh membenarkan jika pihaknya telah meminta keterangan Deni dan Syamsul. “Ya, keduanya telah kita minta keterangan. Khusus untuk Pak Syamsul Bahri, saat itu dia didampinggi beberapa pengacara,” jelas sumber yang tak mau ditulis namanya itu.

Sebelumnya, tim penyidik Polres Banda Aceh, kabarnya mulai meminta keterangan dari Deni Fahlevi (36), Direktur Utama (Dirut) PT Saman Citra Agung. Ini terkait laporan Syarifah Munira atas nama keluarga Andaman Ibrahim, salah satu pemegang saham perusahaan tersebut.

Berdasarkan surat bukti lapor yang dikeluarkan Polres Banda Aceh, Nomor: LPB/455/VIII/2017/SPKT, tanggal 25 Agustus 2017 lalu. Deni dituding telah melakukan dugaan penipuan/pemalsuan tanda tangan milik Andaman Ibrahim, terkait alih lahan. Sementara itu, konfirmasi media ini kepada Deni, Selasa sore (17/10/2017) hingga saat ini belum berbalas.

H. Syamsul Bahri SH yang dikonfirmasi media ini, Senin sore (16/10/2017) melalui telpon seluler membenarkan jika dirinya diminta keterangan oleh tim  penyidik Polres Banda Aceh. “Benar sudah, saya hanya sebagai saksi,” jelas Syamsul Bahri singkat. Namun, dia tak merinci secara detail materi dari permintaan keterangan tersebut. “Ya, terkait laporan terhadap saudara Deni Fahlevi dari ahli waris Andaman Ibrahim,” kata Syamsul.***

Komentar

Loading...