Ibu Seret Anak Kandung

Polisi Ciduk Pelaku, Penyebar Video Diburu

Polisi Ciduk Pelaku, Penyebar Video Diburu
Kapolsek Ule Lheu, AKP Ismail dalam jumpa Pers (Foto: Cut Mery)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Seorang ibu rumah tangga berisinial NI (30) warga Gampong Pie, Kecamatan Ule Lheu, Kota Banda Aceh  harus berada di sel tahanan, akibat  perbuatanya  menganiaya anak kandungnya sendiri.

Kapolsek Ule Lheu, AKP Ismail dalam jumpa Pers,  Senin, 2 Desember 2019  membenarkan adanya peristiwa tersebut dan pelakunya yang juga ibu kandung korban sudah ditahan.

Kejadian itu bermula dari beredarnya video ibu sedang menyeret anak perempuan yang di  unggah dalam Instagram, Jumat 29 November 2019 lalu. 

Malam harinya, penyidik Polsek setempat langsung berkoordinasi dengan kepala desa, mencari posisi kejadian dalam video yang beredar viral ini. 

"Saat kejadian, malam itu juga langsung kita periksa. Kejadian tersebut berada di daerah Meuraxsa persis posisi video yang beredar," ungkapnya. 

Ketika lokasi rumah diketahui, polisi langsung menemui NI dan dia mengaku telah melakukan tindakan penganiayaan tersebut.

Dari hasil introgasi sementara, NI mengaku tidak tahu jika videonya beredar di dunia maya. 

Ismail mengatakan, NI telah diamankan sementara di Polsek Ule Lheue untuk diproses lebih lanjut. 

"Harus kita selidiki kembali apakah ibu itu melakukan tindakan kriminal atau bukan," jelasnya. 

Sejauh ini, dari hasil pemeriksaan NI mengaku menyeret anaknya dengan alasan merusak tanaman tetangga. 

"Korban merupakan anak berusia tiga tahun," sebutnya. 

Ada pun kondisi anak  saat ini masih sehat. Namun ada trauma psikiis yang dialami anak tersebut. 

"Ada juga luka fisik seperti memar di tangan dan tergores di paha," jelasnya. 

Karena korban merupakan anak dibawah umur dan masih memerlukan orang tua. Nantinya, anak tersebut di perbolehkan berkunjung ke tahanan untuk menjeguk ibunya. 

"Status penahanan tetap kita lanjutkan.  Karena  anak di bawah umur kita koordinasi di jaga oleh adek atau orang tuannya. Dan bisa juga dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  anak di bawah umur.  Nanti kita koordinasi lagi," kata Kapolsek. 

Akibat perbuatannya, NI dikenakan Pasal KDRT ayat 44 dan 80 dengan  hukuman 5  sampai dengan 15 tahun penjara. 

Terkait perekam dan penyebar video tadi, polisi mengaku sedang mencari dan memburu tersangka.

"Sedang kita cari siapa yang memviralkan. Apa tujuannya dan untuk apa? Nanti kita akan berikan sanksi," ungkapnya dengan nada tanya. 

Seperti di kabarkan sebelumnya, satu video beredar di instagram, Jumat 29 November 2019.

Dalam vidio  tersebut terlihat seorang ibu menyeret anaknya dengan posisi kaki di atas. Bahkan si ibu juga mengancam anaknya akan di masukkan ke dalam sumur.*** 

Komentar

Loading...