Polisi Bongkar Pengiriman Paket Berisi 215 Gram Ganja ke Jatim dan Bekuk Satu Pelaku

Polisi Bongkar Pengiriman Paket Berisi 215 Gram Ganja ke Jatim dan Bekuk Satu Pelaku
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto menunjukkan barang bukti kemasan Kupie Kandang berisi ganja yang hendak dipasok ke Jakarta Timur melalui jasa pengiriman paket barang, Jumat (23/4). (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Tim opsnal Satnarkoba Polres Lhokseumawe, berhasil mengungkap dan menggagalkan pengiriman satu paket kemasan kupi kandang yang berisi 215 gram ganja ke Jakarta Timur dan membekuk satu pelaku berinisial Ns (29) warga Desa Hagu Selatan Kecamatan Banda Sakti. 

Hal itu diungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konfrensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Jumat kemarin.

Kata dia, kasus tersebut berhasil diungkapkan polisi berkat adanya kerjasama yang baik dengan masyarakat yang membantu informasi.

Awalnya, Senin 12 April 2021, sekira pukul 22.30 WIB, karyawan jasa pengiriman barang JNT di Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua menghubungi Polres Lhokseumawe. Mereka mencurigai gelagat dan gerak-gerik seorang pria yang membawa sebuah barang berupa kardus yang akan dikirim ke alamat Rusun Albo Lantai 1 Blok H No. 7 Cakung Barat Jakarta Timur.

Menindak lanjuti informasi itu, polisi bergegas menuju Kantor Jasa Pengiriman JNT setempat dan langsung mengamankan seorang pria berinisial  Ns.

Karena kecurigaan yang sangat kuat,  maka dilakukan pemeriksaan dan penggledahan barang yang akan dikirim Ns itu.

"Setelah dibuka ternyata berisi tiga bungkus kemasan bubuk kopi kandang. Kemudian kemasan itu dibuka lagi dan terlihat isinya satu bungkusan terbalut Aluminium Foil. Lalu begitu dibuka, ternyata di dalamnya berisi narkotika jenis ganja seberat 215 gram," jelas Kapolres. 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto menunjukkan barang bukti kemasan Kupie Kandang berisi ganja yang hendak dipasok ke Jakarta Timur melalui jasa pengiriman paket barang, Jumat (23/4). (Foto: Din Pasee)

Akhirnya karena sudah ketahuan basah, Ns tak membantah dan mengakui perbuatannya sejak tiga bulan lalu sering mengirim paket berisi ganja untuk tersangka A yang dibayar Rp1,5 juta. 

Pasca terbongkar modus pengiriman narkoba tersebut, kini tersangka A yang tinggal di Rusun Albo Lantai 1 Blok H No. 7 Cakung Barat Jakarta Timur menjadi DPO. 

Selanjutnya dalam pengeledahan di kediaman Ns, polisi menemukan barang bukti lain berupa 5 (lima) lembar aluminium foil bungkusan kopi Merk Kandang Kupie, 34 lembar kertas bungkusan kopi berwana kuning,  satu buah taper ware berisikan satu kantong plastik yang diduga narkotika jenis ganja.

Berikut satu unit telpon seluler  warna hitam dan satu unit telpon seluler Iphone warna hitam bercasing merah.

Kepada polisi, Ns mengaku memperoleh ganja itu dari tersangka berinisial CL yang kini menjadi DPO seharga Rp500 ribu.

Kapolres menegaskan atas perbuatan itu, Ns dijerat pasal 114 ayat (1) jo Pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.***

Komentar

Loading...