Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Banda Aceh

Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Banda Aceh
ARD (27), AS (24) dan AZ (48) Foto: Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh)

Banda Aceh | Petugas kepolisian dari Unit I Satuan Reserse Narkoba (Sat Resna) Polresta Banda Aceh membekuk 3 orang terduga sebagai pengedar Narkotika Jenis Sabu-sabu.

Aparat berhasil meringkus para terduga usai melakukan undercover berpura-pura menjadi pembeli barang haram tersebut di Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh pada Selasa, 14 januari 2020 kemarin.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kasat Resnarkoba Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, SIK mengatakan. Aktivitas para pengedar tersebut dinilai sudah meresahkan masyarakat sekitar. Petugas lalu mencoba mengelabui mereka dengan melakukan undercover.

Inisial para tersangka yakni, ARD (27) warga Lhong Raya, Banda Aceh, AS (24) warga Pidie dan AZ (48) warga Pidie. Dalam melakukan penyelidikan, para tersangka berpindah - pindah lokasi selama empat hari.

“Polisi dalam hal ini personel Sat Res Narkoba melakukan penyamaran sebagai pembeli dan melakukan kontak langsung dengan tersangka AS dengan kesepakatan bahwa Narkotika jenis sabu yang akan di perjual belikan adalah sebanyak 2 ons seharga 140 juta,” jelas Boby dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Rabu (15/1/2020)

Boby mengungkapkan, setelah petugas memperlihatkan uang yang di bawa, kemudian tersangka AS memperlihatkan sabu kepada petugas. Beberapa saat kemudian, tersangka langsung diringkus oleh polisi lainnya yang sudah berada di sekitar lokasi dengan menyita barang bukti sebanyak 50.66 gram yang dibungkus dalam dua bungkusan.

Namun, narkotika yang ditargetkan sebanyak 2 Ons dibawa pelaku tidaklah cukup, polisi hanya mendapati setengah ons saja. “Karena barang bukti narkotika jenis sabu tersebut tidak sesuai dengan pesanan, petugas yang sebelumnya memesan sabu sebanyak 2 ons, namun tersangka AS menerangkan bahwa dirinya hanya menerima sabu sebanyak setengah ons yang akan dijualnya senilai 53 juta,” terang Boby.

Lalu, petugas melakukan interogasi terhadap AS, ia mengaku sabu tersebut diterima melalui perantara ARD dari PI yang telah ditetapkan sebagai DPO oleh pihak kepolisian.

AS mendapatkan sabu tersebut dari PI di sebuah masjid di Lampulo Banda Aceh. Keterkaitan antara AS dengan ARD dan AZ, mereka bersama-sama ikut serta melihat penyerahan sabu tersebut oleh PI kepada AS sebanyak 50.66 gram.

Para tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2), UU.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara.***

Komentar

Loading...