Polda Aceh Periksa Oknum Brimob Todong Senpi dan Pukul Bocah Ambil Kotak Amal

Polda Aceh Periksa Oknum Brimob Todong Senpi dan Pukul Bocah Ambil Kotak Amal

Lhokseumawe | Meski masalah ikat leher bocah sebelumnya sudah tuntas di Desa Ceumpeudak, Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Kini menyusul oknum Brimob ditindak Polda Aceh karena diduga ikut memukul dan menodong senpi pada bocah tersebut. 

Sebelumnya, masalah beredarnya rekaman video berdurasi 3.20 detik tadi, terlihat aksi sejumlah pria dewasa melakukan pemukulan terhadap seorang pelajar, yang diikat leher dan tangan diikat ke belakang sembari diintograsi warga setempat telah usai.

Namun hal yang mengejutkan, dalam kasus yang sama itu, justru belakangan kembali beredar rekaman video terbaru. Isinya, menunjukkan tindakan di luar batas terhadap bocah yang diduga mengambil kotak amal Masjid di Desa Desa Ceumpeudak, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Dalam video rekaman berdurasi 3.20 detik, tampak anak itu tak hanya menerima perlakuan kekerasan, tapi juga menerima ancaman-ancaman dari pria dewasa berbaju warna putih.

Bahkan sempat pula menodongkan senjata api ke arah anak tersebut. Sehingga membuat bocah itu terpaksa mengakui perbuatannya sambil menangis ketakutan. 

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada melalui Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, saat dikonfirmasi membenarkan adanya video rekaman yang beredar memperlihat tindakan tidak pantas itu. 

Sehingga untuk menindaklanjuti video tersebut, Polda Aceh langsung mengintruksikan jajaran Brimob dan Propam Polda Aceh menangani kasus tersebut.

“Kita sudah menerima identitasnya, oknum itu sudah dipanggil Danki Brimob Sampoiniet. Propam kita juga sudah melakukan pemeriksaan pada Minggu kemarin, kita lakukan pemeriksaan sesuai ketentuan kode etik dan disiplin,” ujar Kombes Pol Winardy, Senin (31/5/2021). 

Dijelaskannya, jika hasil pemeriksaan Propam Polda Aceh menemukan adanya kesalahan, maka oknum Brimob tersebut akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebenarnya sebelum viral sudah kita lakukan pemeriksaan, dari saksi-saksi di TKP yang melihat bahwa oknum Brimob overaktif terhadap anak kecil itu. Seharusnya tidak dilakukan. Intinya apabila ada kesalahan maka akan ditindak sesuai aturan kode etik dan disiplin. Ini komitmen kita,” paparnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun media sosial facebook yang memviralkan video pemukulan terhadap anak berusia 10 tahun tadi.

Hasil penelusuran Polda Aceh, penyebar video yaitu penerima suaka UNHCR politik di Eropa.

“Akun youtube dan facebook itu kami duga milik seorang warga Aceh yang menerima suaka UNHCR politik di Eropa,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, video berdurasi 15 detik merekam aksi seorang pria dewasa memegang tali lalu mengikat ke leher anak di bawah umur. Anak yang sudah terikat tali di tangan itu tampak tak berkutik.

Berdasarkan informasi, anak berbaju coklat tersebut dihakimi warga karena diduga telah mengambil celengan salah satu Masjid di Desa Ceumpeudak, Tanah Jambo Aye,  Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Ahmad Yani, saat dikonfirmasi membenarkan aksi tersebut.

“Kasus pencurian celengan masjid tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, antara pihak keluarga pelaku dengan pengurus masjid,” kata AKP Ahmad Yani, Rabu (26/5/2021).

Pihaknya menyebut, pengurus masjid dan pihak keluarga dari anak sepakat berdamai dan bersedia mengganti uang yang diambil senilai Rp1,5 juta.***

Komentar

Loading...