Breaking News

Polda Aceh Diminta Serius Tangani Kasus Dugaan Rasis Walkot Lhokseumawe

Polda Aceh Diminta Serius Tangani Kasus Dugaan Rasis Walkot Lhokseumawe
Koordinator LSM Gertak, Muslim Hamidi

Lhokseumawe | Karena merasa belum ada titik terang, Polda Aceh diminta serius menuntaskan kasus dugaan rasis yang dilakukan Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya terhadap Sofyan, seorang warganya dengan sebutan Sofyan Hitam dan provokator dalam forum yang berlangsung di Kantor Walikota setempat beberapa waktu lalu.

Desakan itu disampaikan Koordinator LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan GerTaK, Muslem Hamidi melalui siaran pers, Jumat kemarin, terkait kasus yang menjerat orang nomor satu di Kota Lhokseumawe.

Muslim mengatakan, pihaknya mempertanyakan kepada Polda Aceh tentang sejauhmana sudah proses perkembangan hukum terhadap Kasus yang melibatkan Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya.

Namun yang jelas, sampai saat ini terhitung sudah tujuh bulan lebih, pihaknya belum melihat adanya titik terang yang menyakinkan masyarakat bahwa kasus itu masih berjalan atau sebaliknya sedang kandas di tengah jalan.

Padahal masyarakat secara umum masih penasaran mengikuti perkembangan kasus tersebut dan ingin mengetahui kelanjutan nasib Sofyan, yang dipermalukan dengan tuduhan rasis oleh Walkot Lhokseumawe Suadi Yahya.

“Selama ini kasus tersebut terus kita kawal. Terakhir kita ketahui bahwa sedang ditangani penyidik Polda Aceh,” ujarnya.

Karena itu, Muslim meminta agar penyidik Polda Aceh segera melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka lantaran kasus ini harus segera dinaikkan ke tahap penyidikan.

Agar korban segera mendapatkan Keadilan melalui proses hukum yang berkeadilan seperti program Kapolri yaitu, menuju Polri yang disebut Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkadilan).

“Kita coba sedikit membandingkan misalnya kasus Rasis yang menimpa Natalius Pigai saat ini juga sedang ditangani Polri. Kami menilai Polri dalam hal ini cukup cepat, dan itu kita apresiasi karena soal rasis jika tidak ditangani dengan baik dan cepat maka akan sangat berbahaya, karena ini berkaitan dengan kehidupan warga negara yang saling hidup rukun dalam bermasyarakat. Ini soal kesatuan dan persatuan yang perlu dijaga, ini harapan konstitusi kita,” paparnya.

Muslim berharap, kasus ini bisa ditangani dengan baik dan benar-benar berpedoman pada prinsip Transparansi Berkeadilan seperti yang diinginkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang berharap ke depan jangan ada lagi hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Selaku korban, Sofyan mengatakan. Setelah dirinya menjalani pemeriksaan Tim Polda Aceh, hingga kini tidak pernah lagi mendapat kabar perkembangannya.

Sofyan mengaku, dirinya dan keluarga akan merasa dipermalukan seumur hidup bila kasus rasis itu tidak ditangani sampai tuntas serta akan kehilangan rasa percaya pada penegak hukum.

“Saya berharap hukum benar-benar ditegakkan seadil-adilnya terhadap siapa pun, termasuk terhadap seorang pejabat nomor satu sekali pun. Kalau kasus ini berhenti,  selaku warga biasa saya dan keluarga akan merasa dipermalukan seumur hidup,” tegasnya.***

Komentar

Loading...