Setelah Dijemput Tim Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh,

Plt Kadiskes Banda Aceh dr. Media Yulizar: Alhamdulillah Hasilnya Negatif

Plt Kadiskes Banda Aceh dr. Media Yulizar: Alhamdulillah Hasilnya Negatif
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Media Yulizar, M.P.H.

Banda Aceh | Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Banda Aceh, dr. Media Yulizar, M.P.H menyebut. Tujuh warga yang dijemput Tim Public Safety Center (PSC), Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Jum’at, 29 Mei 2020, kini dinyatakan negatif virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, ketujuh warga tersebut dijemput tim PSC Banda Aceh setelah I (38) warga Kota Banda Aceh dinyatakan positif Covid-19, pada 27 Mei 2020, setelah kembali dari Kota Medan, Sumatera Utara.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pemeriksaan ketujuh orang itu hasilnya negatif," kata dr Media Yulizar saat dikonfirmasi wartawan MODUSACEH.CO, Selasa.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan terhadap tujuh orang itu, meliputi keluarga serta orang-orang dekat dengan I.

Diketahui, dikeluarkannya hasil swab negatif untuk ketujuh warga Kota Banda Aceh tersebut setelah dilakukan pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Balai Litbangkes (Balitbangkes) Aceh.

Dengan keluarnya hasil swab negatif tersebut, dr Media Yulizar memastikan tidak ada penularan dan penyebaran virus corona (Covid-19) yang terjadi di tengah-tengah masyarakat lokal seperti yang dikhawatirkan beberapa hari terakhir.

Lanjut Media Yulizar, pemeriksaan tersebut untuk memastikan apakah ketujuh orang tersebut, meliputi anggota keluarga dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan I terpapar atau tidak. Katanya, ketujuh orang tersebut, empat diantaranya merupakan warga Kota Banda Aceh, tiga lainnya berasal dari Kabupaten Pidie.

“Swabnya diambil di Klinik Pinere Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Lalu, pemeriksaannya dilakukan di Balitbangkes Aceh,” katanya.

Selain itu, ia meminta seluruh warga Kota Banda Aceh tetap mengikuti protokol kesehatan dan instruksi pemerintah, selalu waspada dan tetap berhati-hati. Menurutnya, pandemi corona belum berakhir, karena itu warga diminta untuk mematuhi pola hidup bersih, sehat dan selalu mengenakan masker saat beraktivitas dan keluar rumah.

Penjemputan pasien oleh tim PSC Banda Aceh.

Lanjutnya, hal lain yang perlu dipatuhi, yaitu menghindari kerumunan dan sesering mungkin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menjaga jarak (physical distancing).

Sebelumnya, seorang warga Kota Banda Aceh berinisial I (38), dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) saat baru pulang dari Kota Medan, Sumatera Utara. Pria berinisial I itu tergolong orang tanpa gejala (OTG) yang ternyata positif Covid-19.

Penambahan kasus corona di Provinsi Aceh itu, berdasarkan hasil swab di Balitbangkes Aceh yang keluar pada Kamis, 28 Mei 2020.

Diketahui I positif terinfeksi virus corona, saat yang bersangkutan melakukan uji swab mandiri saat hendak berpergian ke luar Provinsi Aceh.

Secara klinis pasien I tersebut sehat, tapi tim medis tetap mengisolasikannya di Ruang Respiratory Intensive Curative Unit (RICU) RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Sebagai informasi, kondisi terakhir percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Aceh per tanggal 1 Juni 2020, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 2.060 orang. Ada penambahan 11 orang dibandingkan data kumulatif.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 orang masih dalam pantauan petugas kesehatan. Sedangkan 1.997 orang telah selesai menjalani proses pemantauan atau karantina mandiri.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebanyak 106 kasus dengan rincian, 6 orang sedang dirawat, 99 orang telah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia.

Adapun PDP meninggal di Aceh hingga kini tercatat 1 kasus pada Maret 2020. Sedangkan jumlah orang yang positif virus corona (Covid-19) hingga saat ini sudah mencapai 20 orang.

Rinciannya, 2 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan, 17 orang sudah sembuh, 1 orang meninggal dunia. Jadi, bukan kasus baru.***

Komentar

Loading...