Breaking News

Di Balik Isu Rp 3-5 Miliar dan Manuver untuk Mengisi Jabatan Kepala SKPA

Plt. Gubernur Aceh Soedarmo: Ini Kebiasaan yang Berlaku di Sini

Plt. Gubernur Aceh Soedarmo: Ini Kebiasaan yang Berlaku di Sini
Plt. Gubernur Aceh-Foto Kanal Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Mayjen (Purn) Soedarmo meminta agar pejabat eselon yang akan menempati kepala dinas atau badan di Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), jangan melakukan manuver-manuver. Sebab, ia menegaskan akan bekerja secara professional dalam menempatkan pejabat SKPA, di Aceh.

“Ngak perlu manuver ke sana manuver kemari. Saya ngak suka yang begituan, saya profesional dalam menempatkan pejabat,” kata Plt. Gubernur Aceh, usai mengikuti sidang paripurna penetapan 15 rancangan qanun (raqan) prioritas tahun 2017, Banda Aceh, Senin (19/12/2016). Bahkan, selain adanya maneuver-manuver, Soedarmo juga mengaku ada isu untuk memberi kontribusi jumlah mencapai Rp 3-5 miliar. “Saya ada isu-isu begitu, kita ini banyak orang yang bisa memberikan informasi pada saya. Termasuk mereka manuver pada teman-teman dekat saya. Misal kalau bisa ke jabatan itu, kasih sekian, mereka-mereka laporkan juga pada saya. Saya tidak mau yang kek gitu,” kata Soedarmo.

Menurut Soedarmo, kenapa bisa seperti itu? Ini kebiasan dan kebiasaan yang berlaku di Aceh. “Kenapa bisa berlaku kek gitu, ini kebiasaan, ini kebiasaan yang berlaku di sini. Jadi seakan-akan uang segalanya. Bagi saya tidak,” ujarnya.

Itulah sebabnya, Soedarmo meminta pada pejabat SKPA tidak usah takut karena tidak ditempatkan sebagai kepala badan atau dinas karena tidak bayar. Namun, Plt Gubernur Aceh menegaskan, pejabat yang akan ditempatkan akan dilihat track record pejabat yang akan menduduki. Kemudian integritas, kinerja selama ini. “Ngak usah takut, saya tidak bisa jabat karena tidak bayar, ngak ada itu. Artinya the right man on the  right place. Saya berazaskan itu,” katanya.***

Komentar

Loading...