Breaking News

Lampu Jalan di Perkantoran Suka Makmue Padam

PLN Mengaku Tak Lakukan Pemutusan, Kabag Ekonomi: Komponen Listrik Rusak

PLN Mengaku Tak Lakukan Pemutusan, Kabag Ekonomi: Komponen Listrik Rusak
Pengguna jalan melintasi ruas jalan utama di Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Ibu Kota Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, dengan kondisi lampu jalan yang tidak menyala sejak dua bulan terakhir (Foto: antaranews.com)
Rubrik
Sumber
Kontributor Nagan Raya

Suka Makmu I Jika karena alasan tagihan dan teknis jaringan sehingga arus listrik terputus atau diputuskan PT. PLN, mungkin ini biasa.

Tapi, menjadi luar biasa bila arus listrik, apalagi lampu penerangan di komplek perkantoran justeru diputuskan jajaran pemerintah setempat. Nah, ini bisa disebut luar biasa.

Namun, fakta miris inilah yang terjadi di Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Diduga, aliran listrik lampu penerang jalan umum di kompleks perkantoran Suka Makmue, sengaja dimatikan.

Kontributor MODUSACEH.CO di Nagan Raya melaporkan. Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Meulaboh Ediwan HD kepada media pers mengaku. Pihaknya tidak melakukan tindakan dimaksud.

“Pemadaman beberapa lokasi lampu jalan di kompleks perkantoran Suka Makmue, itu dari pihak pemerintah daerah, bukan dari kita,” kata Ediwan HD seperti diwartakan antaranews.com, Minggu, 14 Februari 2021.

Ediwan menduga, padamnya sejumlah titik lampu jalan di kompleks perkantoran pemerintahan tersebut karena pihak pemerintah daerah mengurangi pemakaian lampu jalan pada malam hari.

“Kalau dari PLN tidak ada, mereka, pemerintah daerah) sendiri yang memadamkan,” ungkap Ediwan.

Ia juga menegaskan, selama ini petugas dari PT PLN (Persero) tidak pernah melakukan pemutusan arus penerang jalan umum di kompleks perkantoran Suka Makmue, Nagan Raya.

Ediwan juga menjelaskan dari total 40 pelanggan penerang jalan umum (PJU) di Nagan Raya, sebanyak 24 pelanggan merupakan pelanggan merupakan tipe P31 yakni pelanggan yang menggunakan meteran listrik.

Sisanya, merupakan pelanggan dari golongan tarif P33 yakni pelanggan listrik jalan umum yang tidak memiliki instalasi.

Tapi merupakan golongan pelanggan mencantolkan lampu penerang jalan pada sarana PLN terdekat dengan penggunaan batas daya dan waktu berdasarkan cahaya atau menyala selama 12 jam sejak petang hingga pagi hari.

Lantas, mengapa pemadaman itu terjadi. Penjelasan teknis justeru datang dari Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Nagan Raya, Aceh Indra Herawan, bukan dari jajaran PLN.

Kata dia, lampu penerang jalan umum di kompleks perkantoran Suka Makmue pada, disebabkan adanya komponen listrik yang rusak.

Menurutnya, kerusakan tersebut akan dilakukan perbaikan pada tahun ini secara bertahap agar segera kembali menyala.

Namun dia tidak bisa memastikan kapan lampu penerang jalan umum di pusat Ibu Kota Kabupaten Nagan Raya Aceh tersebut kembali menyala, karena pihaknya belum menghitung jumlah lampu jalan yang rusak.

“Secepatnya akan kita perbaiki, ketika sudah ada petunjuk dari atasan,” kata Indra Herawan. Benarkah? Entahlah, hanya Indra Herawan yang tahu.***

Komentar

Loading...