Breaking News

Terkait Penilaian dan Rekomendasi Sementara Dewan Pers

Pimpred MODUS ACEH, Muhammad Saleh: Hal Biasa dan Cara Benar Selesaikan Sengketa Pers

Pimpred MODUS ACEH, Muhammad Saleh: Hal Biasa dan Cara Benar Selesaikan Sengketa Pers
Pimpinan Redaksi Tabloid MODUS ACEH, Muhammad Saleh (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Pimpinan Redaksi Tabloid MODUS ACEH, Muhammad Saleh mengatakan, menghargai dan akan mempelajari, perihal penilaian dan rekomendasi sementara Dewan Pers melalui surat Dewan Pers, Nomor: 361/DP/K/IV/2020, tanggal 17 April 2020.

“Penasihat hukum kami akan mempelajari kembali beberapa rekomendasi dan keputusan sementara Dewan Pers. Ini sesuai undang-undang dan aturan yang ada dan hal biasa bagi para pihak dalam menyelesaikan sengketa pers. Justeru bukan dengan cara-cara kekerasan serta teror,” ucap Saleh, begitu dia disapa, Minggu siang di Banda Aceh.

Sebelumnya, Dewan Pers menerima pengaduan dari Putra Pratama Sinulingga (Pengadu) selaku kuasa hukum Akrim, Zahidin dan Fitriadi, tanggal 14 Januari 2020. Mereka (Pengadu), 12 berita yang diwartawakan laman MODUSACEH.CO pada Dewan Pers di Jakarta. 

20200419-dp

Selanjutnya, Dewan Pers melalui Arif Zulkifli, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers menilai. Berdasarkan laporan dari pihak Pengadu, mengeluarkan rekomendasi sementara yaitu; Teradu (redaksi MODUSACEH.CO), harus memuat hak jawab disertai permintaan maaf kepada Pengadu dan masyarakat pembaca.

“Jika Pengadu dan Teradu menyetujui penilaian Dewan Pers itu, Dewan Pers akan merumuskan dalam sebuah Risalah Penyelesaian Pengaduan. Namun, Jika Pengadu atau Teradu tidak menyetujui penilaian tersebut maka Dewan Pers akan melakukan pertemuan mediasi setelah kondisi memungkinkan,” tulis Arif Zulkifli.

Memang, Pasal 11 ayat (2) Peraturan Dewan Pers Nomor: 03/PeraturanDP/VII/2017, tentang Prosedur Pengaduan ke Dewan Pers, Dewan Pers dapat menyelesaikan pengaduan melalui mekanisme surat menyurat, mediasi dan atau ajudikasi.

Berdasarkan peraturan tersebut Dewan pers diizinkan membuat analisis sementara dan rekomendasi sementara. “Untuk itu Dewan Pers meminta tanggapan Pengadu dan Teradu selambat-lambatnya satu minggu setelah surat ini diterima. Jika Dewan Pers tidak menerima jawaban setelah waktu ditentukan, Dewan Pers akan menganggap Pengadu dan Teradu menyetujuinya,” jelas Arif Zulkifli.

Begitupun, saat dikonfirmasi pimpinan redaksi media ini melalui pesan WhatsApp (WA), Minggu pagi, sekitar pukul 10.05 WIB. Arif Zulkifli membenarkan surat tersebut. “Ya, itu pendapat saya dan bukan untuk dikutip, tanggapi dulu, kalau sudah final baru dipublikasi,” kata Saleh, mengulang penjelasan Arif Zulkifli.

Berikutnya, Saleh mempertanyakan mengenai putusan sementara tadi sudah dipublikasi beberapa media daring di Aceh. Arif Zulkifli tak membalasanya.

Di sisi lain, mensikapi kesempatan yang diberikan Dewan Pers untuk memberi tanggapan atas putusan sementara itu, Saleh mengaku akan memberi jawaban dan tanggapan secara tertulis.

“Karena kami masih ada hak untuk memberi jawaban atau klarifikasi sementara Dewan Pers, maka akan kami sampaikan secepatnya. Tapi, pada prinsipnya, sebagai media yang terverifikasi administrasi dan faktual di Dewan Pers, kami akan mengikuti keputusan Dewan Pers,” tegas Saleh.

Kata Saleh, dia menghargai cara dan langkah yang ditempuh Pengadu, yang mengajukan penyelesaian sengketa pers pada Dewan Pers.

“Ini menjadi pelajaran bagi para pihak bahwa, jika ada yang tidak puas dengan pemberitaan pers, maka melaporkan keberatan kepada Dewan Pers,” tegas Saleh.***

Komentar

Loading...