Breaking News

Pimpinan Komisi II DPRK Aceh Barat Minta Dinas ESDM Aceh Perjelas Status PT. Magellanic

Pimpinan Komisi II DPRK Aceh Barat Minta Dinas ESDM Aceh Perjelas Status PT. Magellanic
Lahan Tambang Emas di Aceh Barat/Foto Dok.
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Said Rizqi Saifan, Wakil Ketua Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat bidang pertambangan meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh, memperjelas status PT. Magellanic Garuda Kencana.

Menurut Ketua DPD II Golkar Aceh Barat ini, semua itu bertujuan agar kegiatan tambang bisa diopersionalkan di lapangan. Namun, tidak cukup hanya Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Said mencontohkan perusahaan batu bara yang sudah beroperasi di Aceh Barat, setidaknya ada banyak izin yang sudah dikantongi.

“Yang kami perlukan apakah PT. Magellanic sudah layak beroperasi atau belum? Berapa izin yang harus dikantongi dan mana datanya,” gugat Said, menjawab pertanyaan media ini melalui sambungan telepon, Jumat kemarin.

Menurut Said, Dinas ESDM Aceh penting menjelaskan hal tersebut secara terbuka agar DPRK Aceh Barat bisa melakukan pengawasan. Sebab, ini terkait erat dengan pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kabupaten Aceh Barat.

Kecuali itu, juga diperlukan pengawasan lain  terutama yang berkaitan dengan masyarakat. Apalagi sebut Said, lokasi area PT. Magellanic ada yang dekat dengan pemukiman masyarakat.

“Agar daerah tidak dirugikan.  Misalnya ada kecelakaan kerja, maka sudah tahu siapa yang bertanggungjawab,” kata Said.

Menurut Said, jika nanti dalam kegiatan tambang ada kejadian tidak terduga seperti bencana alam, kama harus jelas siapa yang tanggungjawab.

“Nanti tidak ada yang mau disalahkan dan bertanggungjawab. Padahal berdampak langsung kepada masyarakat,” tegas Said.

Politisi Golkar ini menegaskan, upaya pengawasan tersebut dilakukan dewan, bukan untuk menghambat perusahaan untuk melakukan kegiatan tambang di Aceh Barat.

Bila sudah sesuai peraturan perundang-undangan, wakil rakyat itu mempersilakan untuk beraktivitas.

“Perusahaan silakan beroperasi asal sesuai aturan, kita tidak menghambat,” ajak Said.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Barat Amril Nuthihar, Jumat (19/2) mengakui, untuk tahun 2020 tidak ada PAD untuk Aceh Barat dari PT. Magellanic Garuda Kencana.

Bahkan, saat ini (2021) ini ada drafting kesepakatan kerjasasama (MoU) PT. Magellanic Garuda Kencana yang sedang dipelajari di Bagian Hukum Pemkab Aceh Barat.

Tidak hanya kata dia, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga telah meminta Pemerintah Aceh untuk melibatkan Pemerintah Aceh Barat, bahas rencana kerja dan anggaran belanja (RAKB).

Namun, Kepala Dinas ESDM Aceh Mahdi Nur yang dikonfirmasi media, Jumat (19/2) belum memberikan keterangan pada media ini, terkait status perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan emas itu.

“Waalaikumssalam Pak Juli, barang kali Senin bisa ketemu Kabid Minerba saja, Pak Said Faisal,” kata Mahdi Nur, Jumat.

Setali tiga uang, Manejer PT. Magellanic Garuda Kencana Miswar yang dikonfirmasi media ini, melalui telepon, Jumat (19/2) menjelaskan panjang lebar terkait PT. Maggelanic. Namun, dia tidak mau  dipublikasi melalui media pers.

“Ini konfirmasi ke saya Alhamdulillah, tapi bukan untuk dinaikan berita. Ngak usah dinaikan, diam aja,” jelas Miswar.***

Komentar

Loading...