Pilkada 2017, Umi Niazah A Hamid Dipastikan Tak (Bisa) Pilih Zaini Abdullah, Ada Apa?

Pilkada 2017, Umi Niazah A Hamid Dipastikan Tak (Bisa) Pilih Zaini Abdullah, Ada Apa?
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin memperlihatkan surat gugatan kepada Gubenur Aceh dan Menkumham yang akan didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Rabu (5/3/2014). YARA menganggap pemerintah membiarkan Warga Negara Asing (WNA) atas nama Niazah A Hamid yang juga istri Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menggunakan fasilitas yang didanai dari keuangan negara selama di Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
BANDA ACEH | Bakal Calon Gubernur Aceh Zaini Abdullah terus menggalang dukungan untuk meyakinkan calon pemilih. Itu dilakukan lewat berbagai agenda safari politiknya. Namun ada satu orang yang tak mungkin bisa diraih Zaini menjadi pemilihnya. Siapa itu? Ya, dia adalah Niazah A Hamid atau lebih dikenal dengan Umi Niazah, istri Zaini Abdullah.

Ini sejalan dengan status Niazah yang memang masih Warga Negara Asing (WNA). Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilyah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Aceh, Prajoko Yuwono beberapa waktu lalu mengatakan, status Niazah tetap WNA yang dibatasi haknya.

Terkait:  Ini Bukti Ummi Niazah Masih WNA

Ini juga sejalan dengan  Pasal 57 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada dimana disebutkan, untuk dapat menggunakan hak memilih, Warga Negara Indonesia harus terdaftar sebagai Pemilih. Pada UU Nomor 8 Tahun 2012 juga ditegaskan yang dapat menggunakan hak pilih dalam Pemilu adalah penduduk atau warga negara Indonesia atau orang-orang bangsa lain yang di sahkan oleh UU sebagai warga negara. 

Anggota KIP Aceh Hendar Fauzi saat dimintai tanggapannya juga mengatakan bahwa WNA tidak dibenarkan untuk memilih. "Kalau bukan WNI, tentu tidak boleh, karena tidak ada KTP, meski dia pribumi," kata Hendra pada MODUSACEH.CO, Selasa, (30/8/2016).*

Komentar

Loading...