Presma UIN Ar-Raniry Minta Plt Gubernur Aceh Batalkan Alokasi Anggaran Untuk Kadin Aceh

Presma UIN Ar-Raniry Minta Plt Gubernur Aceh Batalkan Alokasi Anggaran Untuk Kadin Aceh
Rizki Ardial (Foto: Ist)
Penulis
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Soal pro dan kontra tentang alokasi bantuan anggaran Pemerinta Aceh kepada Kadin Aceh pimpinan H. Makmur Budiman, akhirnya ikut menjadi perhatian mahasiswa. Saat ini, baru Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang mengeluarkan pernyataan sikapnya.

"Kami minta Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah membatalkan alokasi anggaran pengadaan beberapa barang yang akan digunakan untuk Kadin Aceh. Ini sangat tidak beretika ditengah permasalahan perekonomian dan kemiskinan di Aceh," kata   Rizki Ardial dalam siaran pers yang diterima media ini, Kamis, 14 November 2019 di Banda Aceh.

Menurut dia, alokasi anggaran tersebut sangat miris hati Rakyat Aceh, karena masih banyak anggaran yang harus dialokasi untuk dapat dimanfaatkan rakyat banyak. "Dana Ro 2,8 miliar itu, jika dianggarkan tepat sasaran maka sangat membantu upaya Pemerintah Aceh dalam memberantas kemiskinan yang ada.

Terlebih di Kadin merupakan organisasi kumpulan para saudagar yang diharapkan dapat membantu pendapatan Aceh, bukan justeru untuk menghabiskan dan mengerogoti pendapatan Aceh. Apalagi dana yang digunakan bersumber dari APBAP 2019.

"Karena itu, kami berharap Pemerintah Aceh dapat melihat lebih bijak lagi dalam mengalokasikan setiap anggaran daerah dan kemanfaatan aset Pemerintah Aceh. Bukan tidak boleh pemerintah membeli aset, tetapi alangkah baiknya aset yang dimiliki ini dapat dimanfaatkan oleh orang banyak, yaitu rakyat Aceh bukan segentir orang apalagi para saudagar. Karena masih banyak orang miskin yang membutuhkan sentuhan dari pemerintah," ujar

Kata dia, pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Aceh hari ini adalah, bagaimana memanfaatkan APBA untuk dapat membangkitkan kesejahteraan masyarakat. "Bagaimana pengembangan ekonomi masyarakat lebih berkembang untuk menuntaskan permasalahan kemiskinan. Dan masalah akses masyarakat terhadap fasilitas-fasilitas umum," ulasnya.

Jadi, Pemerintah Aceh diminta harus fokus kepada itu dulu. "Bagaimana masyarakat bisa makan sehari 3 kali, punya rumah layak huni, punya fasilitas kesehatan yang memadai dan anak-anak Aceh memperoleh pendidikan yang memadai. Kalau itu sudah dapat terpenuhi, masyarakat sudah hidup sejahtera baru kita beli kulkas, AC,  dan sound system. Karena itu, kami tegaskan, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, segera membatalkan alokasi dana tersebut sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Aceh dalam mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh," tegas Rizki Ardial.***

Komentar

Loading...