Terkait Penetapan Sayuti Sebagai Cawagub Aceh Dampinggi Nova

Pesan Tiyong Untuk Miswar: Leupah Maju Reubah, Leupah Manyang Patah!

Pesan Tiyong Untuk Miswar: Leupah Maju Reubah, Leupah Manyang Patah!
Samsul Bahri alias Tiyong (Foto: tribunnews.com)
Rubrik

Banda Aceh I Samsul Bahri alias Tiyong, menanggapi dingin keputusan Irwandi Yusuf-Miswar Fuadi yang menetapkan Sayuti SH,MH sebagai calon Wakil Gubernur Aceh mendampinggi Gubernur Nova Iriansyah.

“Kami tidak bersikap, karena memang tidak diajak. Kedua, kami sedang fokus pada surat keputusan (SK) paska KLB 2019 lalu,” tegas Tiyong, saat ditanya media ini, Jumat siang di Banda Aceh.

Tiyong sendiri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PNA, mengantikan Irwandi Yusuf pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen, 19 September 2019.

“Agak aneh memang, Sayuti itu Sekretaris Majelis Tinggi Partai tapi justeru dia yang  mengundang Ketua Majelis Tinggi Partai. Hanya mereka bertiga yang memutuskan  itu,” ungkap Tiyong.

Sebelumnya, Partai Nanggroe Aceh (PNA) versi Irwandi Yusuf, menetapkan Sayuti sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Aceh sisa masa jabatan 2017-2022. Nama Sayuti bakal diserahkan ke Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

"Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh menetapkan Sayuti sebagai usulan Cawagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 dari PNA melalui Surat Keputusan Nomor 535/PNA/B/Kpts/KU-SJ/III/2021 tanggal 5 Maret 2021," kata Sekjen PNA Miswar Fuady kepada media pers, Jumat, 5 Maret 2021.

Surat keputusan itu diteken Ketua Umum PNA Irwandi Yusuf dan Sekjen Miswar. Surat tersebut ditetapkan di Bandung dan diteken di atas meterai senilai Rp 10.000.

Menurut Miswar, Majelis Tinggi (MT) PNA awalnya menerima tiga nama calon dari DPP yaitu Muharuddin Harun (mantan Ketua DPRA), Muhammad Nazar (mantan wakil gubernur), dan Muhammad MTA (Kader PNA). Namun hingga akhir Januari 2021 lalu, MT PNA belum mencapai kesepakatan sehingga diputuskan menambah usulan nama.

Kata Miswar, DPP PNA kemudian melakukan komunikasi dengan kader yang dianggap memiliki kapasitas, integritas dan loyalitas untuk mendaftarkan diri sebagai calon Wagub.

Tapi hingga 1 Februari 2021, hanya dua kader yang mendaftar yaitu Muhammad Zaini (adik Irwandi) dan Sayuti (kuasa hukum Irwandi).

"Komunikasi antar Majelis Tinggi PNA sampai dengan awal Maret 2021 juga belum mencapai satu kesepakatan bulat untuk menentukan satu orang Cawagub Aceh dari PNA," jelas Miswar.

"Sehingga empat anggota Majelis Tinggi PNA yaitu Sayuti, Sunarko, Irwandi Yusuf, dan Miswar Fuady dari lima anggota Majelis Tinggi PNA bersepakat agar DPP PNA menggunakan kewenangannya sesuai Pasal 16 ayat (6) Anggaran Dasar PNA, yaitu apabila dalam jangka waktu 30 hari, MT PNA belum menetapkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (4), maka DPP PNA dapat menetapkan dan melaksanakannya sendiri," sambungnya.

Dia menjelaskan, empat anggota MT akhirnya sepakat menyerahkan penetapan Cawagub Aceh ke Ketum Irwandi. Calon yang ditetapkan adalah kader PNA yang memiliki kapasitas, integritas dan loyalitas.

Menurut Miswar, PNA bakal mengkomunikasikan serta memberitahu partai pengusung lain terkait nama yang sudah ditetapkan. Ada lima partai pengusung yakni Demokrat, PKB, PNA, Partai Daerah Aceh, dan PDIP.

"DPP PNA akan mengirimkan nama Sayuti sebagai Cawagub Aceh Sisa dari PNA kepada Gubernur Aceh untuk dipilih oleh rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh," ujar Miswar.

Yang menarik dari pernyataan Miswar adalah, soal kader PNA yang memiliki kapasitas, integritas dan loyalitas. Hal ini ditanggapi Tiyong.  “Berkualitas dan loyalitas tinggi, apa hanya Sayuti saja,” ucap Tiyong menggugat.

Lantas, bagaimana posisi Miswar yang berada pada dua kubu sebagai Sekretaris Jenderal? “Ya, dia mendua. Itu juga persoalanan. Harusnya dia mundur dari jabatan Sekjen hasil KLB. Nyan baro aneuk agam (itu baru laki-laki),” kritik Tiyong.

Selain itu, Tiyong mengaku tak mau ambil pusing dengan keputusan dan penetapan tersebut. “Kami sedang konsentrasi mengenai SK hasil KLB, jadi silakan saja mereka menetapkan”.

Khusus kepada Miswar Fuadi, Tiyong  berpesan; Leupah maju reubah, leubah manyang patah (terlalu maju akan jatuh, terlalu tinggi akan patah)!***

Komentar

Loading...