Menuju PON XX-2021 Papua

Sarana Atlet Taekwondo Aceh Masih Minim

Sarana Atlet Taekwondo Aceh Masih Minim
Latihan Persiapan PON XX di Provinsi Papua.

Banda Aceh | Atlet Taekwondo Aceh mengikuti latihan pemantapan strategi di Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (26/8/2020).

Latihan ini dilakukan untuk melatih fisik, teknik, taktik dan mental sebagai persiapan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua pada Oktober 2021 mendatang.

Latihan dilaksanakan setiap hari Senin sampai Sabtu, mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB dan sore pada pukul 15.30 – 18.00 WIB.

Tim Taekwondo mendapatkan dua tiket menuju PON XX di Provinsi Papua, satu putra dan satu putri. Mereka adalah, Firmansyah (Pidie) kelas Putra dengan berat 68 kilogram. Khumairah Aprili (Bener Meriah) Putri kelas putri dengan berat 46 kilogram.

Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Aceh, telah menerapkan sistem elektronik Protector Scoring System (PSS), pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua mendatang.

Pelatih Taekwondo, Gunawan Usman mengatakan. “Dengan adanya peraturan baru, program dan sistem elektronik latihan Taekwondo. Para Tim atlet belum masksimal dalam berlatih. Karena ada teknik-teknik baru yang perlu disingkronisasikan oleh tim dan pelatih”.

“Persiapan latihan kami belum mencapai 70 persen, masih sangat jauh. Ini dikarenakan minimnya fasilitas yang kami terima. Sampai saat ini, kami latihan dengan menggunakan peralatan manual, sedangkan peraturan baru dengan sistem elektronik, PSS,” kata atlet taekwondo Aceh, Firmansyah kepada media ini.

“Dengan tujuan agar penilaian skor dalam pertandingan dapat lebih akurat dan objektif,” ungkap Gunawan.

Atlet Taekwondo Aceh mengikuti program latihan dengan sistem elektronik di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Rabu (26/8/2020) persiapan menuju PON XX di Provinsi Papua.

Untuk sementara, segala biaya sudah ditanggung KONI Aceh, sudah termasuk uang saku dan akomodasi, selama pelatda sampai sekarang.

Begitupun, hingga kini KONI Aceh belum menyalurkan body protector kepada atlet Taekwondo Aceh. Termasuk fasilitas yang masih minim. Misal, ruangan latihan yang sempit.

“Untuk saat ini, belum ada surat edaran tentang jadwal tanggal pertandingan di PON XX mendatang,” ungkapnya.

“Latihan tersebut sudah berjalan selama delapan bulan, dari Januari sampai Agustus 2020. Pemusatan latihan daerah (pelatda) dilakukan KONI Aceh,” lanjutnya.

Ia berharap semangat atlet tetap bagus, sehingga bisa mempertahankan hasil yang terbaik, sesuai dengan Pengprov TI Aceh dan KONI Aceh.

Selama pandemi COVID-19, Tim Taekwondo Aceh belum bisa melakukan uji coba atau tray out keluar negeri. Rencananya ke Korea. Selain itu, merebaknya pademi COVID-19, atlet dan pelatih dalamlatihan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Atlet Taekwondo Aceh, Firmansyah berharap, “Semoga di PON XX di Provinsi Papua, bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan kami sangat berharap dukungan dari masyarakat Aceh menuju di Pekan Olahraga Nasional tersebut”.

Tambahnya. “Semoga kami segara mendapatkan body protector, dan KONI Aceh bisa memfasilitaskan sistem elektronik tersebut, agar kami bisa memaksimal dan memantapkan latihan”.***

Komentar

Loading...