Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Periode Maret 2021-2020, Aceh Alami Inflasi 1.61 Persen

Periode Maret 2021-2020, Aceh Alami Inflasi 1.61 Persen
Pasar Peunayong, Banda Aceh. Foto: wikipedia
Rubrik

Banda Aceh | Badan Pusat Statiktik (BPS) Aceh merilis data terbaru, terkait perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi Aceh per Maret 2021.

Hasilnya, tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Maret) 2021 sebesar -0,23 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 1,61 persen.

Kepala BPS Aceh Ihsanurijal, S.Si, M.Si melalui siaraan pers secara virtual, Kamis (1/4/2021) mengatakan. Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2021 secara umum menunjukkan adanya penurunan.

Pada Maret 2021 misalnya, terjadi deflasi sebesar 0,37 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,68 pada Februari 2021 menjadi 106,29 pada Maret 2021.

Sebut saja di Meulaboh, terjadi deflasi sebesar 0,57 persen, Kota Banda Aceh (0,45 persen), dan Kota Lhokseumawe deflasi (0,09 persen). "Secara agregat, Aceh (Gabungan 3 Kota) pada bulan Maret 2021 mengalami deflasi sebesar 0,37 persen," katanya.

Selain itu menurut Ihsanurijal, deflasi yang terjadi di Aceh (Gabungan 3 Kota) terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran.

Yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen. Kelompok transportasi sebesar 0,12 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,50 persen. 

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya masing-masing sebesar 0,02 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen.

"Kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran," ungkapnya.

Lalu, beberapa komoditas yang memiliki andil (sumbangan) dominan terhadap deflasi, antara lain: ikan tongkol/ikan ambu-ambu sebesar 0,13 persen, daging ayam ras sebesar 0,06 persen, cabai rawit dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,05 persen.

Ikan dencis, ikan tuna, dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,04 persen, beras, udang basah, kangkung dan cumi-cumi masing-masing sebesar 0,02 persen, angkutan udara, bayam, ikan mujair, kacang panjang, ikan kembung, sawi putih/pecay/pitsai, ikan kakap merah, cabai hijau dan ikan rambe masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara itu komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap inflasi, antara lain: cabai merah sebesar 0,07 persen, jeruk sebesar 0,04 persen, pepaya, ikan biji nangka/ikan kuniran masing-masing sebesar 0,02 persen, minyak goreng, air kemasan, bawang merah, shampo, pisang, ikan bandeng/ikan bolu, bedak dan susu bubuk untuk balita masing-masing sebesar 0,01 persen.***

Komentar

Loading...