Penyelidikan Kredit PT. BAS Kepada Makmur Budiman Berlanjut

Penyidik Polda Aceh Terus Kumpulkan Data dan Fakta serta Tinjau Pabrik di Aceh Tamiang

Penyidik Polda Aceh Terus Kumpulkan Data dan Fakta serta Tinjau Pabrik di Aceh Tamiang
Pabrik sawit di Aceh Tamiang (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir. Reskrimsus) Polda Aceh, kabarnya telah mengumpulkan data dan terus melakukan penyelidikan, terkait kasus penyaluran kredit Rp83 miliar PT. Bank Aceh Syariah (BAS) kepada Makmur Budiman.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini dari berbagai sumber menyebut. Selain memanggil dan meminta keterangan sejumlah staf dan pimpinan Bank Aceh Syariah. Penyidik Reskrimsus Polda Aceh, juga sudah meminta keterangan dari Makmur Budiman.

Ini dilakukan, setelah dua kali Makmur Budiman dikabarkan berhalangan hadir. “Sudah, sudah datang dan memberi keterangan. Karena itulah, penyidik terus mendalami kasus tersebut,” ungkap seorang sumber pada media ini.

Tak hanya itu, sumber MODUSACEH.CO di Kabupaten Aceh Tamiang menjelaskan. Hari ini, Rabu, 6 Mei 2020, sejumlah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir. Reskrimsus) Polda Aceh, juga telah meninjau pabrik kepala sawit milik PT. Bumi Sama Ganda di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ya, kami saya lihat ada beberapa mobil menuju ke arah pabrik. Saya tanya orang di sana mengatakan, mereka dari Polda Aceh,” jelas sumber yang tak mau ditulis namanya ini.

Sekedar informasi saja, setelah sekian lama tanpa kepastian hukum. Lahan seluas 199.998 meter persegi dan pablik kepala sawit milik PT. Bahari Dwi Kencana akhirnya beralih kepemilikan atau menjadi milik PT. Bumi Sama Ganda.

Ini sejalan dengan status hukum bahwa PT. Bahari Dwi Kencana dinyatakan bangkrut atau pailit. Dan, hasil pelelangan, 24 April 2018, sekira pukul 23.59 WIB di Kantor KPKNL Lhokseumawe dengan kode lelang YA4S50, dinyatakan; pabrik kelapa sawit PT. Bahari Dwi Kencana Lestari di Kabupaten Aceh Tamiang, sudah beralih kepemilikan atau dimenangkan PT. Bumi Sama Ganda yang berkantor di Jalan  Teuku Umar, Nomor: 134 Banda Aceh, Provinsi Aceh. Perusahaan ini dipimpinan Ardiansyah, sebagai direktur.

Kepada media ini, 1 Mei 2018 lalu, Ardiansyah menjelaskan. Sesuai surat penetapan Pengadilan Niaga Medan, Sumatera Utara, nomor; 06/PDT-SUS-PAILIT/2016/PN Niaga Medan, berikut sertifikat Tanah Hasil Roya menjadi atas nama PT. Bumi Sama Ganda.

Makanya, ketika itu, PT Bumi Sama Ganda melakukan pengosongan, sekaligus menghentikan seluruh produksi dari pemilik lama. “Begitupun, semua karyawan lama akan kita tampung kembali dan semua diminta untuk menunggu kebijaksanaan dari managemen baru yaitu PT. Bumi Sama Ganda,” kata Ardiansyah saat itu.

Untuk mengambil alih pabrik tersebut, PT Bumi Sama Ganda milik Makmur Budiman mengambil kredit pada PT. Bank Aceh Syariah (BAS). Direktur Utama PT. Bank Aceh Syariah (BAS) Haizir Sulaiman menjelaskan, status kredit yang disalurkan kepada H. Makmur Budiman berjumlah Rp68 miliar untuk kebun sawit dan Rp 15 miliar modal kerja. Totalnya, Rp83 miliar.  Dan itu dicairkan, setelah melalui proses dan telaah yang matang serta panjang.

Salah satunya, melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Cabang Medan. “Jadi, pencairan baru kami lakukan, setelah ada telaah dari lembaga independen yaitu KJPP tadi,” jelas Haizir pada media ini, Selasa, 14 April 2020 di Banda Aceh.

Dikonfirmasi ulang media ini, Rabu, 15 April 2020 sore, Haizir menjelaskan.  Setelah proses kredit disalurkan atau dicairkan, sebagai kreditur, H. Makmur Budiman tetap menyelesaikan kewajibannya dengan lancar. “Jadi, selama ini tidak ada masalah dan tetap lancar,”  jelas dia.

Yang menebar hawa tak sedap kemudian adalah, harga lelang pabrik tersebut, Rp27.353.000.000,- miliar atau Rp27 miliar lebih untuk bangunan dan lahan seluas 199.998 meter persegi. Namun, total kucuran dana yang diterima Makmur Budiman dari PT. BAS, Rp 83miliar.

Nah, selisih nilai yang begitu fantastis inilah yang kemudian membuat penyidik Polda Aceh melirik dan terpanggil untuk menyidik kebijakan kredit dari bank plat merah tersebut kepada Makmur Budiman, yang disebut-sebut sebagai sohib dekat Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.***

Komentar

Loading...