Breaking News

Terkait Dugaan Korupsi Belanja BBM/Gas, Pelumas serta Suku Cadang

Penyidik Kejari Geledah Dinas Perhubungan Kota Sabang

Penyidik Kejari Geledah Dinas Perhubungan Kota Sabang
Penyidik Kejari Geledah Dinas Perhubungan Kota Sabang (Foto: Facebook Kejati Aceh)
Sumber
Kontributor Kota Sabang

Sabang I Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sabang akhirnya memenuhi janjinya untuk mengungkap tuntas dugaan praktik korupsi pada Dinas Perhubungan Sabang.

Buktinya, Rabu, 2 Desember 2020, dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Muhammad Razi, melakukan penggeledahan Kantor Dinas Perhubungan Kota Sabang dan SPBU Bypass.

Penggeledahan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi belanja BBM/Gas dan pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SPKD, Dinas Perhubungan Kota Sabang tahun anggaran 2019, Rp1.5 miliar lebih.

Sebelumnya, Kejari Sabang telah menaikkan setingkat proses hukum yang mereka lakukan. Dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Ini berarti, sudah ada tersangka dari kasus tersebut.

Berawal dari dugaan tindak pidana korupsi. Diduga ada oknum yang melebihkan voucher BBM (Bahan Bakar Minyak) pada Dinas Perhubungan Kota Sabang. Selanjutnya ditukarkan dengan uang.

20201202-kejari-sabang2

Foto: Facebook Kejati Aceh

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Choirun Parapat SH MH didampingi Kasi Pidsus Muhammad Rhazi, SH dan Jaksa Fungsional Kejari Sabang Fickry Abrar Pratama, SH.MH pada jumpa pers, Jumat, 16 Oktober 2020 lalu di Sabang mengungkap.

“Sebelumnya tim telah melakukan serangkaian tindakan pada Dishub Kota Sabang untuk kegiatan belanja bahan bakar minyak (BBM)/Gas, Pelumas dan suku cadang tahun anggaran 2019, dan menemukan peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana,” ungkap Choirun.

Masih kata Choirun. “Tim juga telah melakukan ekspos terhadap pananganan perkara ini, atas pemaparan yang disampaikan, saya bersama tim sependapat untuk meningkatakan status ke tingkat penyidikan,” kata Choirun Parapat.

Dijelaskan Choirun, setelah dilakukan serangkaian tindakan diketahui bahwa Dinas Perhubungan Kota Sabang membuat voucher yang nantinya untuk mengisi BBM pada SPBU yang telah ditentukan.

Namun, voucher tersebut sengaja dibuat lebih untuk ditukarkan dengan uang pada SPBU, yang seolah-olah voucher tersebut benar dipergunakan untuk mengisi BBM. Padahal, diketahui sebagian voucer tersebut adalah fiktif dengan cara menggunakan plat mobil/bus yang tidak beroperasi yang seakan-akan dipergunakan pada saat genting.

Cara lain yaitu menggunakan plat bus yang beroperasi akan tetapi voucer tersebut tidak pernah diberikan kepada supir, melainkan ditukar sendiri dengan uang oleh oknum Dinas Perhubungan ke SPBU. Lagi-lagi terkesan voucer tersebut telah dipergunakan para supir untuk mengisi BBM.

Lebih lanjut dikatakan, untuk memuluskan tindakannya oknum Dinas Perhubungan tersebut telah bekerja sama dengan pihak SPBU untuk memberikan konpensasi ke pihak SPBU atas penukaran voucher fiktif tersebut.

Selanjutnya, oknum Dinas Perhubungan Kota Sabang itu merekap semua voucer sebulan sekali termasuk voucher fiktif dan kemudian diajukan untuk pencairan, dan uang atas pencairan fiktif tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadi oknum Dinas Perhubungan.

Lantas, bagaimana dengan modus operandi suku cadang? Oknum Dinas Perhubungan setempat menggunakan cara yang hampir sama yaitu dengan menaikkan beberapa item barang fiktif pada Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). Tujuannya,  seakan benar semua barang yang diajukan pencairannya telah dipergunakan.

20201202-kejari-sabang3

Foto: Facebook Kejati Aceh

Bahkan, untuk mempermudah pembuatan SPJ, oknum Dinas Perhubungan Sabang hanya menyuruh teken saja pihak pemeriksa barang dan pengurus barang pada lembaran SPJ.

“Pada saat ini tim akan mengumpulkan alat bukti, tim juga belum mengumumkan siapa yang bertanggung jawab atas perbuatan tersebut, karena kami sangat berhati-hati menentukannya minimal harus ada dua alat bukti untuk kita tuduhkan si penanggung jawab tersebut, dan kerugian negara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,”  kata Kajari Sabang, saat temu pers beberapa waktu lalu di Sabang.***

Komentar

Loading...