Dibalik Penolakan Tes Kesehatan Kepala Daerah

Penilaian dan Hasil Harus Melalui Rapat Pleno (Bagian Ketiga)

Penilaian dan Hasil Harus Melalui Rapat Pleno (Bagian Ketiga)
www.antaranews.com
Rapat pleno Tim Penilaian Kesehatan dilakukan setelah seluruh hasil pemeriksaan kesehatan selesai. Rapat pleno dinyatakan mencapai korum apabila dihadiri oleh setidaknya penanggung jawab tim atau wakil penanggung jawab. Anggota tim pengarah, ketua atau wakil ketua tim pelaksana, sekretaris atau wakil sekretaris tim pelaksana serta ketua atau wakil ketua tim pemeriksa. Anggota tim pemeriksa, seluruh jenis spesialisasi dokter pemeriksa harus terwakili oleh masing-masing dokter pemeriksa dan mengajukan hasil pemeriksaannya untuk dibahas dalam tim pemeriksa sesuai dengan bidangnya sebelum dibawa dalam rapat pleno.

Kesimpulan adanya gangguan/disabilitas dilakukan berdasarkan bukti (evidence based) dan atau konsensus ilmiah. Hasil penilaian kesehatan dan kesimpulannya dibuat tiga rangkap dan ditandatangani oleh Ketua Tim Pelaksana dan Ketua Tim Pemeriksa. Setiap rangkapnya disampaikan kepada Ketua KIP Aceh, para bakal calon yang diperiksa serta arsip bagi tim penilaian kesehatan. Penyampaian hasil penilaian kesehatan disampaikan oleh penanggung jawab tim penilaian kesehatan ke KIP Aceh selambat-lambatnya dua hari setelah selesai penilaian hasil pemeriksaan kesehatan. Hasil penilaian kesehatan yang dilakukan oleh tim penilaian kesehatan bersifat final, dan hasil penilaian ini tidak dapat dipertentangkan dengan hasil pemeriksaan lain di luar yang dilakukan tim pemeriksaan kesehatan.

Terkait mampu secara jasmani dan rohani, serta bebas penyalahgunaan narkotika untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai kepala daerah. Ini dimaknai bahwa, keadaan kesehatan (status kesehatan) jiwa dan jasmani yang bebas dari disabilitas. Disabilitas mempunyai pengertian suatu keadaan kesehatan yang dapat menghambat atau meniadakan kemampuan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai kepala daerah. Disabilitas dimaksud adalah: disabilitas dalam kesehatan jiwa. Misal, mengindap psikosis (gangguan skizofrenia, gangguan mood dengan gambaran psikotik, gangguan waham menetap, gangguan psikotik akut dan sebagainya.

Lantas, apa yang dimaksud mengindap neurosis berat? Mengindap retardasi mental maupun gangguan intelektual berat. Misal, penurunan daya ingat seperti pada minimal cognitive impairment serta mengindap gangguan kepribadian. Sedangkan disabilitas dalam kesehatan jasmani meliputi, sistem saraf dan disabilitas motorik sehingga tidak mampu mandiri, yang tidak dapat dikoreksi. Disabilitas sensorik adalah  keseimbangan, pendengaran serta penglihatan. Ada lagi yang dinilai dan periksa yaitu, disabilitas koordinasi serta gangguan single domain kognitif berat yang tidak dapat dikoreksi, meliputi gangguan salah satu dari fungsi atensi, bahasa, memori, visuospasial dan fungsi eksekutif.

Mengenai gangguan multi domain kognitif berat yang tidak dapat dikoreksi adalah, terkait sistem jantung dan pembuluh darah. Gangguan jantung/pembuluh darah dengan resiko mortalitas dan morbiditas jangka pendek yang tinggi dan tidak dapat dikoreksi serta gangguan kardiovaskular simtomatik yang sukar diatasi dengan farmako-terapi atau intervensi bedah atau non- bedah;
Sementara disabilitas akibat toleransi/kemampuan fisik yang rendah, diperiksa sistem pernafasan seperti, gangguan  pernafasan  dengan  derajat  obstruksi dan restriksi berat. Apakah si calon ada menderita kanker atau paru primer.

Tak hanya itu, bidang penglihatan diperiksa ketajaman penglihatan jauh dengan koreksi masih lebih buruk dari 6/18 dan/atau tajam penglihatan dekat dengan koreksi masih lebih buruk dari Jaeger 2 pada mata terbaik. Termasuk lapang pandangan kurang dari 20 derajat, diplopia yang tidak dapat dikoreksi serta kelainan organik sebagai akibat penyakit lain yang diderita sehingga mengakibatkan keterbatasan dalam melakukan pekerjaan. Nah, adakah para bakal calon yang dinyatakan tidak lulus tes kesehatan jasmani dan psikologis menderita dan mengalami penyakit tersebut? Hanya dokter ahli dan merekalah yang tahu.***

Komentar

Loading...